Peresmian Pusat Studi Kepolisian UNS Perkuat Riset Penegakan Hukum
- 05 Mar 2026 10:07 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi memperkuat sinergi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah melalui peresmian Pusat Studi Kepolisian, Rabu, 4 Maret 2026. Peresmian yang berlangsung di Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS ini menandai babak baru dalam kolaborasi riset dan pengembangan sumber daya manusia. Langkah strategis tersebut bertujuan untuk mengintegrasikan kajian ilmiah ke dalam praktik penegakan hukum di tengah kompleksitas dinamika sosial saat ini.
Rektor UNS, Prof. Hartono, bersama Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Polisi Dr. Noviana Tursanurohmad, menandatangani kerja sama formal tersebut. Penandatanganan ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi fondasi bagi penyelenggaraan kajian multidisipliner berbasis data. Kehadiran pusat studi ini diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan evidence-based policy yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik oleh kedua belah pihak.
Sinergi antara kampus dan kepolisian sebenarnya telah memiliki akar sejarah panjang yang dimulai sejak tahun 1989 dalam pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Melalui pusat studi baru ini, UNS ingin menegaskan perannya sebagai aktor utama pembangunan nasional yang tidak hanya fokus pada teori di ruang kelas. Kontribusi nyata berupa rekomendasi kebijakan diharapkan muncul dari hasil riset kolaboratif yang dilakukan oleh para akademisi dan praktisi kepolisian di lapangan.
“Hadirnya Pusat Studi ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi strategis antara dunia akademik dan institusi kepolisian untuk melahirkan inovasi yang mendukung kinerja Polri dalam melayani masyarakat,” ujar Prof. Hartono pada hari Rabu, 4 Maret 2026.
Bagi sivitas akademika, pusat studi ini akan menjadi laboratorium pembelajaran yang berharga untuk memahami dinamika kebijakan publik serta stabilitas sosial. Mahasiswa akan mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam analisis persoalan sosial-keamanan yang nyata, sehingga memperkaya wawasan mereka di luar disiplin ilmu murni. Pusat studi ini ditargetkan menjadi wadah produktif yang tidak hanya berhenti pada simbol kerja sama, melainkan aktif menghasilkan dokumen kebijakan (policy brief) yang berdampak luas.
Kepala Biro SDM Polda Jateng, Kombes Pol Noviana Tursanurohmad, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah respons atas tantangan hukum modern yang memerlukan transformasi berbasis riset. Saat ini, Polri telah menjalin kerja sama dengan 74 perguruan tinggi di seluruh Indonesia guna mendorong reformasi institusi menuju polisi yang lebih profesional dan humanis. Kerja sama dengan UNS dipandang krusial mengingat reputasi riset universitas ini yang sudah teruji di tingkat nasional.
“Kerja sama ini diharapkan meningkatkan kualitas kebijakan kepolisian agar lebih akurat, berbasis data, dan minim konflik, sekaligus memperkuat kesadaran hukum masyarakat,” kata Kombes Pol Noviana. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....