Dorong Polri Presisi, Polda Jateng Gandeng UNS Bentuk Pusat Studi
- 04 Mar 2026 21:57 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi menjalin kerja sama strategis dengan Polda Jawa Tengah melalui pembentukan Pusat Studi Kepolisian. Peresmian yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini berlangsung di Gedung LPPM UNS Surakarta, Rabu 4 Maret 2026, sebagai langkah nyata menyatukan keunggulan akademik dengan pengalaman operasional kepolisian.
Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, menegaskan pembentukan pusat studi ini merupakan respons terhadap tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks di era modern. Menurutnya, dunia akademik memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi ilmiah guna mendukung efektivitas tugas-tugas kepolisian di lapangan.
“Kami menyambut baik program ini karena sangat penting di tengah situasi penegakan hukum yang semakin kompleks. Kolaborasi ini menjadi bentuk kontribusi nyata dunia akademik dalam mendukung tugas-tugas kepolisian. Pusat ini harus mampu melahirkan gagasan baru yang bermanfaat bagi polisi dan masyarakat,” ujar Prof Hartono.
Senada dengan hal tersebut, Karo SDM Polda Jateng, Kombes Pol Dr. Noviana Tursanurohmad, menjelaskan kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat sinergitas dalam aspek riset, pengembangan keilmuan, hingga peningkatan kapasitas SDM. Pusat Studi Kepolisian UNS diharapkan menjadi model nasional dalam menciptakan kebijakan kepolisian yang berbasis data dan kajian ilmiah (Smart Policing).
“Kerja sama ini menjadi langkah memperkuat sinergi antara dunia akademik dan institusi kepolisian, baik dalam praktik penegakan hukum maupun pengembangan keilmuan, riset, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kepolisian guna mendukung terwujudnya Polri yang Presisi,” katanya.
Kombes Pol Noviana menambahkan hingga saat ini Polri telah menjalin 74 nota kesepahaman dengan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta. Hal ini menjadi peluang strategis untuk mendukung akselerasi transformasi Polri menuju polisi sipil yang lebih humanis dan demokratis melalui pendekatan riset yang mendalam.
“Polda Jateng memandang perlu membangun kemitraan berbasis riset dan akademik melalui kerja sama dengan empat perguruan tinggi. Melalui pusat studi ini, kita akan mengkaji berbagai isu strategis, mulai dari teknologi kepolisian, kejahatan siber, hingga penanggulangan terorisme,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, beserta jajaran pejabat utama. Peresmian Pusat Studi Kepolisian ini diharapkan mampu memastikan setiap kebijakan kepolisian, mulai dari tingkat Polsek hingga Mabes Polri, didasarkan pada kajian yang kuat sehingga lebih akurat dan tepat sasaran bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....