Polda Jateng dan UMUKA Bentuk Pusat Studi Kepolisian di Karanganyar

  • 04 Mar 2026 19:13 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Polda Jawa Tengah resmi menjalin kerja sama strategis di berbagai bidang dengan Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA). Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar di aula Universitas Muhammadiyah Karanganyar, Rabu 4 Februari 2026.

Agenda ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Mabes Polri dengan UMUKA yang telah disepakati sebelumnya. Dua poin krusial dalam kerja sama ini adalah program pendidikan S1 bagi personel kepolisian serta pembentukan Pusat Studi Kepolisian di lingkungan kampus UMUKA.

Karo SDM Polda Jateng, Kombes Pol Dr. Noviana Tursanurohmad, menjelaskan pusat studi tersebut nantinya akan menjadi wadah diskusi ilmiah untuk mencari solusi atas berbagai problematika di masyarakat.

“Pusat Studi Kepolisian ini diharapkan menjadi wadah diskusi untuk mencari solusi atas permasalahan masyarakat. Tidak melulu berkaitan dengan Polri, namun bisa juga mengenai pemeliharaan kamtibmas, teknologi, hingga kaitan teori ilmu. Kita tidak mengarah ke reorganisasi, tetapi lebih pada mendiskusikan masalah masyarakat bersama untuk dicarikan solusinya,” ujar Kombes Pol Noviana Tursanurohmad.

Kombes Pol Noviana menambahkan, saat ini sudah ada delapan universitas di Jawa Tengah yang menjalin nota kesepahaman dengan Polri. Dalam waktu dekat, Polda Jateng berencana meluncurkan kerja sama serupa dengan empat universitas lainnya, termasuk UMUKA yang menjadi salah satu pionir dalam penguatan studi kepolisian di wilayah Karanganyar.

Sementara itu, Rektor UMUKA, Muh Samsuri, menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Pihak kampus menawarkan program studi bagi anggota polisi yang belum menyandang gelar S1, sekaligus membuka ruang bagi perwira polisi untuk menjadi dosen praktisi atau dosen tamu di UMUKA.

“Pendekatan terhadap problem masyarakat yang semakin kompleks tidak mungkin hanya dilakukan polisi dari sisi hukum saja. Pendekatan humanis, sosiologis, dan kemasyarakatan sangat penting, dan kami mengambil ranah itu. Pusat studi ini menjadi wahana diskusi bersama, termasuk sinergi antara kampus dengan kepolisian dalam menangani persoalan warga,” kata Rektor.

Selain fokus pada ranah akademis, kerja sama ini juga mencakup peningkatan kompetensi dan keterampilan SDM Polri yang selama ini telah berjalan. Dengan adanya payung hukum yang lebih kuat melalui PKS ini, diharapkan sinergi antara dunia akademisi dan kepolisian dapat memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....