Tausiyah Ramadan Spesial Warnai Perayaan Dies Natalis Ke-50 UNS
- 02 Mar 2026 13:40 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan kegiatan Tausiyah Ramadan Spesial. Kegiatan religi ini sebagai bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-50 atau Tahun Emas UNS.
Tausiyah yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Prof. Anggito Abimanyu, sebagai penceramah utama. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Minggu, 1 Maret 2026, bertempat di Masjid Nurul Huda UNS usai pelaksanaan salat Tarawih berjamaah.
Rektor UNS, Prof. Hartono, dalam sambutannya menyatakan rasa syukur mendalam karena momentum usia emas universitas jatuh pada bulan suci Ramadan yang merupakan bulan penyucian jiwa atau tazkiyah. Ia menekankan bahwa nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan pengendalian diri yang diajarkan selama berpuasa harus menjadi fondasi bagi kemajuan institusi.
Perjalanan 50 tahun ini menjadi ajang refleksi agar UNS terus menjadi rumah ilmu yang membawa keberkahan bagi masyarakat luas. Pihak universitas juga memandang kehadiran tokoh nasional di lingkungan kampus sebagai upaya memperkuat tata kelola yang akuntabel.
Menurut Prof Hartono, melalui sinergi antara nilai akademik dan nilai spiritual, UNS berkomitmen untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan karakter moral yang kokoh. Kerja sama strategis dengan lembaga negara seperti LPS yang telah terjalin selama satu dekade diharapkan mampu mendukung visi universitas menuju kebermanfaatan yang lebih luas secara internasional.
“Kehadiran beliau menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UNS dalam memperkuat tata kelola institusi yang profesional, akuntabel, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman,” ujar Prof. Hartono dalam pidatonya, Minggu, 1 Maret 2026.
Dalam tausiyahnya, Prof. Anggito Abimanyu yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan ini mengingatkan Ramadan adalah investasi spiritual yang sangat berharga. Ia mendorong setiap muslim untuk memperdalam ilmu agama sebagai fondasi utama di samping mengejar ilmu pengetahuan umum yang bermanfaat.
Dengan pemahaman agama yang benar, aktivitas sehari-hari termasuk kegiatan ekonomi dapat dijalankan sesuai prinsip syariah yang mengedepankan keadilan dan keberkahan. Selain membahas kualitas diri, Prof. Anggito mengajak seluruh jemaah untuk memperluas empati sosial dengan mendoakan saudara-saudara sesama muslim yang tengah mengalami kesulitan di berbagai belahan dunia, termasuk di Palestina.
Momentum puasa harus dijadikan titik balik untuk meningkatkan rasa syukur dan kepedulian. Hal ini sejalan dengan prinsip ekonomi syariah yang bertujuan menciptakan kesejahteraan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Ramadan menjadi momentum meningkatkan ketakwaan, rasa syukur, dan kedekatan kepada Allah, serta mendoakan saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan, seperti di Palestina,” kata Prof. Anggito Abimanyu mengakhiri ceramahnya. (Dania)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....