Spirit Ramadan, Takon: Taraweh Karo Ngopi di Loji Gandrung

  • 28 Feb 2026 23:26 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Suasana khidmat menyelimuti Loji Gandrung, Rumah Dinas Walikota Surakarta, pada Senin malam 23 Februari 2026. Ratusan jamaah memadati area tersebut untuk mengikuti kegiatan bertajuk TAKON: Taraweh Karo Ngopi.

Acara yang digagas oleh Wisatahati Soloraya ini mengusung konsep unik, yakni memadukan ibadah salat tarawih berjamaah dengan sesi diskusi santai sembari menikmati kopi, menciptakan atmosfer religi yang inklusif dan hangat bagi warga Solo. Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai elemen organisasi, termasuk Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Surakarta.

Kehadiran KNPI dalam barisan pendukung acara ini menunjukkan peran aktif pemuda dalam menyemarakkan syiar Islam di Kota Bengawan. Keterlibatan organisasi kepemudaan ini membuktikan bahwa nilai-nilai spiritualitas sangat relevan bagi generasi muda sebagai pondasi dalam bergerak dan berkontribusi bagi masyarakat.

Acara diawali dengan pelaksanaan salat Isya dan Tarawih berjamaah yang dipimpin oleh Ustadz Muh. Iqbal Tantowi, M.Pd. selaku imam hafiz. Kekhusyukan jamaah semakin bertambah dengan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dilantunkan secara tartil.

Menariknya, panitia menekankan bahwa pemilihan surat-surat pendek dalam tarawih ini bertujuan agar jamaah tetap merasa nyaman dan fokus, selaras dengan semangat acara yang santai namun tetap bermakna. Memasuki sesi utama, Ustadz Umaier Khaz, Lc., M.H. memberikan kultum yang bertajuk "Kamu Bukan Gagal, Kamu Cuma Jauh dari Allah SWT".

Dalam ceramahnya yang lugas dan kekinian, diingatkan para jamaah supaya kuat dalam kehidupan. " Khususnya anak muda, untuk tidak mudah berputus asa saat menghadapi cobaan hidup mendekatkan diri kepada Sang Pencipta adalah solusi utama atas segala kegelisahan batin, " katanya.

Sesuai dengan nama acaranya, Taraweh Karo Ngopi, panitia menyediakan 100 cup kopi gratis bagi para jamaah. Konsep ini berhasil mencairkan suasana, di mana setelah ibadah formal selesai, para jamaah tidak langsung pulang melainkan bertahan untuk saling bertegur sapa dan berdiskusi. Budaya "ngopi" yang identik dengan masyarakat Indonesia diubah menjadi sarana silaturahmi yang produktif dan bernilai ibadah di bulan suci.

Pemerintah Kota Surakarta melalui dukungannya pada acara ini menegaskan bahwa Loji Gandrung merupakan ruang publik yang terbuka untuk kegiatan positif warga. Sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan seperti Wisatahati, serta organisasi seperti KNPI, menciptakan ekosistem sosial yang harmonis. Hal ini diharapkan dapat terus berlanjut guna mempererat kerukunan antarwarga sekaligus memperkuat identitas Solo sebagai kota yang religius dan toleran.

Acara berakhir dengan sesi foto bersama dan ramah tamah yang berlangsung hingga larut malam. Kesuksesan TAKON 2026 ini diharapkan menjadi pemicu munculnya kegiatan-kegiatan kreatif lainnya yang mampu merangkul lintas generasi. Dengan semangat kebersamaan ini, Ramadan di Solo tidak hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga menjadi momentum refleksi diri dan penguatan jejaring sosial bagi kemajuan kota. (Rifqi Nadhif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....