Progres MBG 3B Solo Sentuh Tiga Ribu Sasaran

  • 28 Feb 2026 11:26 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus sasaran 3B di Kota Surakarta terus menunjukkan perkembangan positif. Program yang berfokus pada pemenuhan nutrisi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita ini telah menjangkau ribuan penerima manfaat yang tersebar di berbagai kelurahan.

Wakil Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Surakarta, Purwanti, mengungkapkan hingga kini jumlah penerima manfaat yang berhasil didata dan dilayani telah mencapai 3.163 orang. Meski demikian, angka tersebut masih harus terus ditingkatkan karena potensi sasaran 3B di Kota Bengawan diperkirakan menembus angka 22 ribu jiwa.

"Jadi MBG 3B sampai saat ini kita sudah lumayan. Meskipun memang belum sesuai harapan, tapi sudah ada progres, untuk yang menerima manfaat sampai saat ini kita sudah 3.163 ibu hamil, balita, dan ibu menyusui," ujar Purwanti saat dihubungi rri.co.id, Sabtu, 28 Februari 2026.

Dalam proses distribusinya, Purwanti mengakui adanya sejumlah kendala yang kerap dihadapi oleh petugas, terutama terkait sangat dinamisnya data warga di lapangan. Data awal yang diperoleh dari laporan Puskesmas atau kader seringkali membutuhkan penyesuaian mendadak ketika ditemukan warga sasaran yang belum masuk dalam daftar penerima harian.

Secara keseluruhan, lebih dari 60 persen kelurahan di Kota Surakarta telah tersentuh manfaat dari program MBG 3B ini. Kecamatan Serengan mencatat capaian paling optimal karena seluruh kelurahannya sudah terlayani. Sementara wilayah lain seperti Laweyan, Banjarsari, Jebres, dan Pasar Kliwon masih memiliki beberapa kelurahan yang belum sepenuhnya terjangkau.

"Kita targetkan memang setelah Ramadan ini harapannya sudah bisa semua kelurahan mendapatkan manfaat MBG 3B. Khususnya diprioritaskan yang dari sasaran Dashat kemarin, ini kan enggak boleh putus," kata Purwanti menegaskan target cakupan ke depan.

Ke depannya, Satgas MBG Surakarta berharap seluruh Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) dapat segera memaksimalkan kapasitas produksinya. Kesinambungan program nutrisi ini sangat krusial, terutama bagi warga yang sebelumnya terdaftar dalam program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), guna memastikan gizi generasi penerus tetap terjaga secara berkesinambungan. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....