Puasa Bukan Alasan Berhenti Berolahraga

  • 27 Feb 2026 20:07 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Memasuki bulan suci Ramadan, sebagian masyarakat kerap mengurangi aktivitas fisik karena merasa tubuh lebih lemas saat berpuasa. Namun, dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menegaskan bahwa puasa bukan alasan untuk berhenti berolahraga.

Dosen Fakultas Keolahragaan (FKOR) UNS, Dr. dr. Intan Suraya Ellyas, M.Or., mengatakan olahraga tetap diperlukan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh selama menjalankan ibadah puasa. Aktivitas fisik bisa dilakukan selama kondisi tubuh sehat dan tidak memiliki penyakit tertentu.

“Berpuasa bukan menjadi halangan untuk berolahraga. Namun, perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan tidak dilakukan secara berlebihan,” kata Intan dalam rilis yang diterima rri.co.id, Kamis, 26 Februari 2026.

Ia menyarankan individu dengan riwayat penyakit tertentu berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis. Hal itu penting untuk menentukan jenis dan intensitas olahraga yang aman selama Ramadan.

Menurut Intan, waktu ideal untuk berolahraga adalah 30 hingga 45 menit menjelang berbuka puasa. Setelah berolahraga, tubuh dapat segera memperoleh kembali asupan energi saat berbuka.

Selain itu, olahraga juga dapat dilakukan setelah berbuka atau setelah salat tarawih dengan jeda waktu yang cukup. Sementara olahraga pagi tetap memungkinkan, asalkan kebutuhan nutrisi saat sahur terpenuhi.

Jenis olahraga yang direkomendasikan selama puasa adalah aktivitas intensitas ringan hingga sedang, seperti jalan kaki, bersepeda, jogging ringan, stretching, yoga, pilates, serta latihan beban ringan dengan intensitas terukur.

Intan menambahkan, olahraga selama puasa membantu meningkatkan efisiensi fungsi tubuh, memperbaiki regenerasi sel, serta menjaga metabolisme tetap optimal. Aktivitas fisik juga efektif mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan metabolik.

Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam membangun kebiasaan hidup sehat. Selain olahraga, masyarakat perlu memperhatikan asupan nutrisi seimbang saat sahur dan berbuka, istirahat cukup, serta pengelolaan stres yang baik.

“Tubuh yang sehat akan membantu kita menjalani ibadah dan aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....