Polresta Surakarta Pastikan Satgas Pangan Kawal GPM, Jaga Stok Pangan

  • 27 Feb 2026 19:57 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Satgas Pangan Polresta Surakarta memperketat pengawasan distribusi bahan pokok melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) guna mengantisipasi praktik borong oleh tengkulak. Kapolresta Surakarta memastikan bahwa personil kepolisian terjun langsung sebagai tenaga pemasar untuk menjamin komoditas dari Bulog sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Pihaknya menegaskan bahwa GPM yang dilaksanakan secara mobile atau berpindah-pindah ini tidak menggunakan sistem kupon, namun tetap dalam pengawasan melekat. Kapolresta menyebut, keterlibatan kepolisian murni untuk membantu pemerintah menstabilkan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) tanpa mengambil margin keuntungan sedikit pun.

"Pengawasannya karena memang yang menjual dari Polresta, dari Satgas Pangan juga. Jadi kita memang harus pada masyarakat. Tidak mungkin masyarakat ekonomi yang membutuhkan membeli sampai partai besar, pasti secukupnya," ujar Kapolresta Surakarta, Jumat 27 Februari 2026.

Program ini telah menunjukkan dampak signifikan, di mana pada bulan Januari lalu nilai transaksi melalui GPM di wilayah hukum Polresta Surakarta dilaporkan hampir menyentuh angka ratusan juta rupiah. Komoditas yang paling diburu warga antara lain beras SPHP, minyak goreng, dan gula pasir yang harganya jauh di bawah pasaran.

"Kita membantu memasarkan dengan harga pokok yang ada di Bulog, tidak menambah apa-apa. Kita bersurat kepada Bulog, nanti Bulog akan membantu distribusi. Stoknya kita sesuaikan dengan kebutuhan di tiap titik," ucapnya.

Selain memastikan perut warga aman, Kapolresta juga mewanti-wanti kelompok masyarakat agar tidak melakukan tindakan di luar hukum yang dapat merusak citra Kota Solo. Ia meminta semua pihak mempercayakan pengawasan tempat usaha kepada aparat yang berwenang.

"Kita jaga kondusivitas Solo semuanya. Sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat, untuk aksi sweeping diharapkan tidak ada. Kita lebih bisa berempati ataupun toleransi antarumat beragama," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....