Wawali Astrid Motivasi Mahasiswa UNS: Perempuan Berhak Tampil Publik

  • 27 Feb 2026 19:13 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, memberikan motivasi kepada ratusan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) terkait pentingnya peran dan hak perempuan di ruang publik. Pesan inspiratif ini disampaikannya dalam acara Kuliah Ramadan menjelang berbuka puasa yang digelar di Masjid Nurul Huda UNS, Jumat, 27 Februari 2026.

Dalam pemaparannya, Astrid menekankan bahwa perbincangan mengenai kiprah perempuan saat ini bukan lagi sebatas tentang emansipasi era Kartini. Ia mengajak generasi muda untuk memahami alasan fundamental atau the reason of whyperempuan harus ikut mengambil peran strategis dalam kebijakan publik dan tidak hanya berdiam diri di ranah domestik.

"Ini bukan tentang perjuangan feminisme atau emansipasi karena kita hidup di tanah yang sudah merdeka. Kita harus tahu kenapa perempuan muncul di ruang publik, karena ada kebijakan seperti ketahanan keluarga yang lebih dipahami perempuan," ujar Astrid Widayani.

Sebagai pemimpin perempuan pertama di Kota Bengawan, ia mencontohkan pengalamannya dalam merumuskan kebijakan yang lebih spesifik. Seperti penanganan anak yang dibedakan antara balita dan anak di bawah dua tahun (baduta). Selain itu, keterlibatan perempuan di sektor ekonomi melalui UMKM dinilai mampu memberikan efek ganda yang luar biasa bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

Acara edukatif yang menghadirkan tokoh publik ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kampus Ramadan Nurul Huda (KRNH) UNS tahun 2026. Panitia sengaja merancang kajian menjelang waktu berbuka puasa dengan pendekatan interdisipliner yang mencakup bidang ekonomi, sosial, pendidikan, hingga kesehatan publik.

Wakil Ketua Pelaksana KRNH UNS, Eva Rahayu, menjelaskan bahwa pemilihan tema yang luas bertujuan untuk merangkul seluruh golongan mahasiswa agar kajian tidak terasa eksklusif. Langkah ini diharapkan mampu menjadikan masjid kampus sebagai laboratorium peradaban yang rasional dan solutif bagi berbagai permasalahan nyata di tengah masyarakat.

"Kita membawa semangat keberagaman dalam satu keimanan. Melalui kajian ini, ilmu yang didapatkan mahasiswa bisa konkret dan langsung diterapkan dalam kehidupan nyata sesuai prodi masing-masing," ungkap Eva Rahayu menegaskan visi kegiatan tersebut. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....