Rektor UNS Ajak Mahasiswa Kritis di GASPOL Goes to Campus

  • 25 Feb 2026 13:49 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta terpilih menjadi kampus pertama di Indonesia yang menyelenggarakan program "GASPOL Goes to Campus". Kegiatan hasil kolaborasi dengan Kompas.com ini digelar di Aula FISIP UNS untuk membekali mahasiswa dengan literasi digital tingkat lanjut.

Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, menegaskan mahasiswa tidak boleh sekadar menjadi generasi yang menerima dan menyebarkan informasi tanpa filter. Menurutnya, literasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kompetensi kunci abad ke-21 yang menentukan daya saing lulusan di dunia kerja dan industri kreatif.

"Jangan sampai mahasiswa hanya menjadi generasi 'receive and share'. Di UNS, kami mendorong kemampuan 'receive, cross-check, and share'. Mahasiswa harus menjadi komunikator politik yang beretika dan konten kreator yang bertanggung jawab," ujar Prof. Hartono, Selasa, 24 Februari 2026.

Prof. Hartono juga menyoroti besarnya peluang ekonomi digital di Indonesia yang terus bertumbuh, didorong oleh sektor e-commerce, fintech, edutech, dan industri kreatif berbasis konten. Menurutnya, ruang digital bukan hanya arena percakapan, tetapi juga ruang penciptaan nilai ekonomi dan sosial.

“Mahasiswa FISIP UNS tidak hanya perlu menjadi digital talent yang siap bekerja di industri, tetapi juga inisiator dan kreator dalam ekosistem digital. Menjadi content creator yang bertanggung jawab, analis kebijakan berbasis data, komunikator politik yang beretika, serta wirausaha sosial yang memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan publik,” kata Prof. Hartono.

Program ini menghadirkan sesi live podcast bersama Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima dan musisi Amir M, serta coaching clinic dari praktisi media profesional. Pihak Kompas.com menyatakan bahwa pemilihan UNS sebagai lokasi perdana didasarkan pada posisi strategis universitas ini sebagai salah satu jangkar pendidikan berpengaruh di Jawa Tengah.

Asisten Managing Editor News Video Kompas.com, Inggried Dwi Wedhaswary, berharap kolaborasi ini mampu membentuk pola pikir kritis mahasiswa terhadap realitas sosial dan politik yang berkembang cepat di ruang digital.

“Kami berharap mahasiswa dapat menambah keterampilan dan pengetahuan, khususnya terkait produksi konten, memahami bagaimana memanfaatkan media sosial sebagai ruang berbagi yang positif. Mahasiswa juga diharapkan semakin kritis terhadap informasi yang diterima karena memiliki kemampuan literasi digital yang baik,” kata Inggried menjelaskan. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....