HUT ke 17 Apernas Soloraya, Berbagi Bersama Anak Yatim dan Dhuafa
- 23 Feb 2026 23:01 WIB
- Surakarta
RRI,CO.ID, Surakarta - Dalam rangka HUT ke 17 Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (APERNAS) memberikan bingkisan dan tali asih bagi puluhan Anak Yatim dari Yayasan AITAM Ngasem Colomadu Karanganyar, Senin 23 Februari 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Genio Hotel Gajahan diakhiri dengan buka bersama dengan pengurus DPD Apernas Soloraya-Salatiga.
Ketua DPD Apernas Solo Raya dan Salatiga, Dr. Budiyono mengungkapkan bahwa kegiatan berbagi bersama sudah menjadi tradisi tahunan dari organisasi yang bergerak di bidang pengembang rumah sederhana selama tiga tahun terakhir.
“Ya, kegiatan ini sudah menjadi tradisi tahunan selama bulan ramadan dan ini sudah masuk tahun ketiga,” ujar dia.
Menurutnya, pada tahun 2026 ini bingkisan dan tali asih diberikan kepada sebanyak 60 anak yatim dari Yayasan AITAM Ngasem Colomadu.

“Kegiatan itu dilakukan juga sebagai bentuk kepedulian kepada sesama, sekaligus mencari keberkahan bagi organisasi di bulan ramadan ini,” kata dia.
Lebih lanjut Dr. Budiyono yang juga akademisi dan Pembina Yayasan ITB AAS Indonesia itu juga memberikan motivasi kepada Yayasan AITAM.
“Kami tadi juga memberikan motivasi kepada Yayasan AITAM yang memiliki anak didik setingkat SMP dan SMA agar tetap semangat untuk terus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Sementara itu dalam suasana syukur tersebut, Dr. Budiyono juga memberikan catatan kritis terkait kondisi sektor properti di tahun 2026.
Pihaknya menyebut bahwa tema HUT kali ini adalah memberikan kekuatan kepada anggota, mengingat kondisi ekonomi makro yang dinilai masih sangat berat.

Menurutnya, meski fenomena di mana pemerintah telah membuka kran kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan tanpa batas, namun daya beli masyarakat justru merosot tajam.
"Kran dibuka selebar-lebarnya, tapi pembelinya tidak ada karena kondisi makro ekonomi tidak bagus. Terjadi perlambatan ekonomi, penurunan daya beli, bahkan deflasi," tegasnya.
Menghadapi tantangan tahun 2026, Dr. Budiyono memberikan 5 wejangan kepada 65 anggota aktif Apernas Soloraya-Salatiga agar tetap bertahan.
“Setidaknya kami memberikan 5 wejangan kepada anggota Apernas, diantaranya, jangan spekulasi, hindari membuka lahan baru atau berinvestasi melalui utang bank dengan bunga tinggi. Habiskan stok, optimalkan penjualan unit atau sisa dagangan yang sudah tersedia,” katanya.
Selain itu juga efisiensi total dengan melakukan penghematan biaya operasional hingga efisiensi pegawai. Inovasi, kreatif dalam memenangkan persaingan karena pangsa pasar yang kian menyempit. Serta pasar sedikit, akan tetapi diperebutkan banyak organisasi pengembang.
“Kita harus benar-benar efisien dan inovatif untuk bisa bertahan," pungkasnya. (Edwi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....