Disdik Surakarta Sesuaikan Jam Belajar Selama Ramadan 2026

  • 18 Feb 2026 19:31 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Dinas Pendidikan Kota Surakarta menetapkan penyesuaian jadwal pembelajaran bagi siswa sekolah selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kebijakan ini mencakup pemberian waktu pembelajaran mandiri di rumah serta pengurangan durasi jam pelajaran di kelas. Hal itu guna memberikan kesempatan bagi siswa untuk fokus pada aktivitas ibadah bersama keluarga.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, menjelaskan siswa diberikan kesempatan pembelajaran mandiri di rumah mulai tanggal 18 hingga 21 Februari 2026. Selama masa ini, siswa tidak dibebani tugas berat, melainkan diarahkan pada aktivitas ibadah atau kegiatan yang melibatkan keluarga sesuai dengan Surat Edaran (SE) Tiga Menteri dan Mendagri.

"Setelah tanggal 21 Februari, siswa akan kembali belajar di kelas dengan catatan tidak dibebani aktivitas fisik yang berat, seperti pelajaran olahraga yang akan diganti dengan teori. Durasi satu jam pelajaran juga dikurangi antara lima hingga sepuluh menit, sehingga total waktu belajar di sekolah berkurang sekitar satu jam," ujar Dwi Ariyatno saat dihubungi rri.co.id, Rabu, 18 Februari 2026.

Lebih lanjut, Dwi menambahkan jam masuk sekolah diundur selama tiga puluh menit dari pukul 07.00 menjadi pukul 07.30, sementara jam pulang dimajukan tiga puluh menit lebih awal. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga stamina siswa selama menjalankan ibadah puasa tanpa mengesampingkan kewajiban belajar.

Senada dengan kebijakan tersebut, Kepala SMP Negeri 3 Surakarta, Kucisti Ike Retnaningtyas Suryo Putro, mengonfirmasi pihaknya telah menyesuaikan durasi belajar dari empat puluh menit menjadi tiga puluh lima menit per jam pelajaran. Siswa di SMPN 3 Surakarta diperkirakan akan pulang pada pukul 13.50, sedangkan untuk guru dan karyawan tetap bertugas hingga pukul 15.30.

"Kami juga mengagendakan pesantren kilat bagi siswa muslim dan penguatan keagamaan bagi siswa non-muslim pada minggu sebelum libur. Selain itu, setiap pagi kami tetap melaksanakan kegiatan penguatan karakter seperti membaca Al-Qur'an bersama untuk membangun suasana yang lebih khusyuk dan bermakna selama Ramadan," kata Kucisti Ike menjelaskan. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....