Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Surakarta Bangun Gedung SD

  • 16 Feb 2026 20:17 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Surakarta mencatatkan sejarah baru dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia. Pada hari Sabtu, 14 Februari 2026, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag, secara resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan gedung SD Daarul Qur'an Surakarta Al Azhary International.

Acara yang berlangsung khidmat ini tidak hanya menjadi simbol dimulainya pembangunan fisik, tetapi juga menandai dimulainya era baru kolaborasi pendidikan internasional.

Dalam sambutannya, Prof. Amien Suyitno menekankan pentingnya integrasi antara pendidikan karakter berbasis Al-Qur'an dengan wawasan global. Kehadiran SD Daarul Qur'an Surakarta Al Azhary International diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya hafal Al-Qur'an, tetapi juga memiliki kompetensi akademis yang diakui secara internasional.

"Pendidikan Islam hari ini harus melompat lebih jauh. Kita tidak hanya membangun gedung, tetapi membangun peradaban. Sinergi antara kurikulum nasional, kepesantrenan, dan standar internasional adalah kunci untuk menjawab tantangan zaman," ujar Prof. Amien di lokasi acara.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pertemuan dan silaturahmi Pimpinan Pesantren se-Jawa Tengah. Momen ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat ukhuwah dan menyamakan visi pendidikan pesantren di wilayah Jawa Tengah.

Puncak dari pertemuan ini adalah Soft Launching Markaz Lughoh & Program Unggulan Daarul Qur'an Al Azhary. Program ini merupakan buah kerjasama strategis antara Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Surakarta dengan salah satu institusi pendidikan Islam tertua dan paling bergengsi di dunia, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Markaz Lughoh, merupakan pusat pengembangan bahasa Arab yang mengadopsi standar pengajaran langsung dari Mesir, memastikan santri memiliki kemampuan bahasa yang mumpuni untuk studi lanjut di Timur Tengah.

Program Unggulan Al Azhary adalah kurikulum khusus yang dipersiapkan untuk mencetak kader ulama dan cendekiawan muslim yang berafiliasi dengan manhaj Al-Azhar (Wasathiyah).

Acara yang dihadiri oleh ratusan tokoh ulama, asatidz, dan wali santri ini ditutup dengan doa bersama. Dengan berdirinya SD Al Azhary International dan diluncurkannya Markaz Lughoh, Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Surakarta semakin mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang siap mengantarkan santri-santrinya menuju gerbang pendidikan tinggi global, khususnya ke Universitas Al-Azhar Mesir.

Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pesantren-pesantren lain di Jawa Tengah dan Indonesia untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam. (Edwi/Rill)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....