Nyadran Seniman Solo Cara Unik Berdoa Untuk Leluhur

  • 09 Feb 2026 14:38 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pentas Nyadran seniman Solo  berhasil menyedot perhatian masyarakat kota  bengawan. Kegiatan yang digelar Sabtu  malam , 7  Februari 2026 di Pendopo Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah itu berhasil mendatangkan penonton tidak  hanya  dari wilayah Solo Raya tetapi juga dari daerah Yogyakarta, Semarang, Surabaya bahkan Jakarta.

Seorang seniman teater dan tari Solo, Djarot Budi Darsono menjelaskan kegiatan nyadran  seniman digagas seiring  dengan masih kentalnya  budaya masyarakat Jawa, terutama di  Jawa Tengah tentang pelaksanaan tradisi leluhur  nyadran di bulan ruwah atau menyambut bulan puasa. Nyadran seniman Solo dimaksudkan sebagai sebuah gerakan sosial untuk menghormati dan mendoakan leluhur, khususnya tokoh-tokoh seniman yang mewarnai pertumbuhan dan perkembangan kesenian di kota Solo khususnya.

Djarot menambahkan, kegiatan nyadran tidak harus melakukan ritual nyekar ke makam sang leluhur, tetapi bisa dilakukan dengan berdoa bersama melalui meditasi , gerak, tembang, musik dengan laku yang serius dan intens  berharap  kebaikan  kepada sang Pencipta.

“Bagi seniman, nyadran ki ora kudu nyang kuburan (makam),  ngumbulke donga bareng nganggo  laku, yen tenanan ki bakal sampai kepada  sang Khalik,“ Djarot berharap.

Pada kegiatan nyadran, seniman Solo mengundang keluarga para leluhur seperti keluarga para empu tari, karawitan, etnomusikologi dan teater ISI Surakarta. Selain itu, para akademisi dari ISI Yogyakarta, mahasiswa UNES Semarang, Sekolah tinggi kesenian  Wilwatikta Surabaya dan beberapa seniman dari Jakarta turut diundang. Di sesi terakhir dilakukan Ndonga bareng yang melibatkan penonton untuk menari, nembang bersama tembang jawa bertema tulak  bala , diiringi lantunan gamelan jawa dari para pengrawit.

Suasan sempat membuat panik panitia, jumlah kehadiran undangan diluar prediksi dengan  ketersediaan kursi yang terbatas serta gerimis dengan durasi yang cukup  lama.

Untuk memberikan kenyamanan tamu undangan, panitia mendirikan payung-payung tenda darurat di area pendopo wisma seni.

"Nyadran seni ini kegiatan perdana yang unik dari para seniman, gratis makanya yang datang banyak, trus  grimis, sempat panik kita  nyiapin tenda  darurat," ungkap Sugeng Yeah panitia  kegiatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....