Polres Klaten Bantah Isu Bentrokan Antar Suporter
- 07 Feb 2026 22:20 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Klaten - Kepolisian Resor Klaten secara resmi membantah disinformasi terkait adanya tawuran antarkelompok suporter sepak bola yang melintas di wilayah hukumnya pada Jumat 6 Februari 2026 malam. Kapolres Klaten, AKBP Muhammad Faruk Rozi, mengklarifikasi insiden yang terjadi di kawasan Prambanan tersebut murni merupakan gesekan antara oknum rombongan suporter dengan pengguna jalan, bukan bentrokan antar-basis pendukung klub tertentu.
Pihak kepolisian sebenarnya telah melakukan upaya preventif melalui pengamanan ketat terhadap rombongan suporter Persis Solo yang kembali dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengawalan dilakukan secara estafet dari perbatasan Yogyakarta-Klaten hingga memasuki wilayah Sukoharjo guna memastikan kepulangan sekitar 300 suporter tersebut tidak mengganggu ketertiban umum.
“Terkait dengan masalah adanya isu yang beredar, yang berhembus bahwa terjadi bentrokan antar suporter itu kami klarifikasi itu tidak benar. Adapun kejadian tersebut adalah gesekan antara kelompok suporter dengan pengguna jalan yang lain atau masyarakat yang ada di sekitarnya,” ucap AKBP Muhammad Faruk Rozi, Sabtu 7 Februari 2026.
Meskipun pengawalan telah dilakukan melalui metode pagar betis di titik-titik rawan, kepolisian menyayangkan adanya satu insiden penganiayaan terhadap seorang warga sipil berinisial KM (23). Korban yang saat itu hanya melintas di lokasi dipastikan bukan merupakan bagian dari kelompok suporter mana pun.
“Korban berinisial KM, usia 23 tahun, yang bersangkutan tidak terafiliasi dengan kelompok suporter tertentu. Korban merupakan masyarakat umum yang kebetulan melintas di lokasi,” katanya.
Kapolres mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari korban yang menderita luka memar di pipi dan luka robek pada bagian dalam mulut. Saat ini, kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam dengan memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan bukti rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi pelaku.
“Di mana memang kita melaksanakan kegiatan pengawalan berjalan kaki dengan pagar betis dari perbatasan wilayah Klaten Jogja sampai ke Exit Tol Prambanan. Setelah itu kita melaksanakan pengawalan terhadap seluruh suporter yang akan kembali ke wilayah Solo dengan menggunakan roda empat,” ujarnya.
Selain insiden kekerasan, polisi juga sempat melakukan penindakan terhadap beberapa kelompok suporter yang berhenti di tengah jalan untuk menyalakan flare dan petasan. Aksi tersebut memicu kemacetan panjang sehingga petugas harus segera memberikan imbauan tegas agar rombongan melanjutkan perjalanan demi kenyamanan publik.
“Kami himbau juga kepada pengurus dan suporter atau koordinator suporter untuk menghimbau anggotanya, jangan lupa bahwa pengguna jalan itu juga mempunyai hak yang sama dengan mereka,” ujar AKBP Faruk. Adam Sutanto/AD
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....