Tradisi Sadranan Kecamatan Cepogo Boyolali Bantu Perputaran Ekonomi

  • 05 Feb 2026 03:34 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Tradisi Sadranan yang rutin diadakan warga Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali setiap tahun menjelang Ramadan saat bulan ruwah kalender Jawa, tidak hanya mampu mempererat silahturahmi saja. Melainkan juga bisa meningkatkan perputaran ekonomi.

Hal itu dikatakan langsung Kepala Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, Hardani saat ditemui rri.co.id pada Rabu, 4 Februari 2026 di rumahnya. Menurut Hardani perputaran ekonomi terjadi karena banyak warga yang belanja untuk memasak dalam memberikan suguhan kepada tamu.

"Dampak terlihat di masyarakat dengan kehadiran Sadranan seperti UMKM hidup. UMKM merasakan ada satu rezeki, karena kebanyakan kan ini makanan-makanan khas kaitannya dengan desa," kata Hardani.

Lebih lanjut, Hardani juga menjelaskan  warga menambung cukup lama dalam mempersiapkan kehadiran acara Sadranan yang diadakan untuk menyambut dan memeriahkan bulan suci Ramadan.

"Jadi berdampak kepada ekonomi juga berpengaruh, dan ini warga nyiapan juga sudah setahun sebelumnya sudah nabung dulu. Menabung iuran ikan, daging kemudian juga ayam itu sudah nabung dulu," katanya, menambahkan.

Senada dengan Kepala Desa Mliwis, salah satu warga yang juga mantan Kepala Desa, Triyono, mengatakan bahwa dengan banyaknya warga yang menyajikan makanan untuk para tamu saat berkunjung dalam bersilahturahmi, mampu memutarkan roda ekonomi di pasar-pasar.

"Sadranan seperti ini kan juga meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar juga, di pasar sini kan istilahnya perputaran ekonomi keuangan ini kan banyak, karena banyak yang belanja-belanja demi menyajikan makanan kepada tamu. Warga kalau tamunya itu banyak, bisa membuat senang," ucap Triyono.

Acara Sadranan warga Kecamatan Cepogo sendiri berbeda-beda setiap desa. Seperti Desa Sukabumi dan Mliwis yang selalu mengadakan Sadranan setiap tanggal 15 lawas dalam kalender Jawa.

Namun dalam kegiatannya, Sadranan dilakukan tetap sama, yakni diawali ziarah makam dengan membawa makanan menggunakan tenong, serta bersilahturahmi ke rumah-rumah kerabat hingga keluarga yang mirip dengan momen Idul Fitri. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....