Jaga Tradisi dan Silahturahmi, Cepogo Boyolali Gelar Sadranan
- 05 Feb 2026 02:14 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Warga di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali masih terus mengadakan acara Sadranan sebagai bentuk menjaga tradisi dan silahturahmi antar kerabat dan keluarga. Acara Sadranan sendiri selalu rutin dilakukan menjelang Ramadan yakni pada bulan ruwah dalam pengkalenderan Jawa.
Ada dua kegiatan yang dilakukan warga saat mengadakan acara Sadranan, yakni ziarah makam dengan membawa makanan menggunakan tenong, serta bersilahturahmi ke rumah-rumah kerabat hingga keluarga seperti momen Idul Fitri.
Kepala Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, Hardani saat ditemui pada Rabu, 4 Februari 2026 menjelaskan sebenarnya tidak hanya kerabat maupun keluarga, namun siapapun yang datang, hadir dan berkunjung akan diterima dengan baik oleh warga.
"Siapapun yang rawuh, siapapun yang hadir, siapapun yang silaturahim diterima dengan baik dengan terbuka, kemudian sesuai dengan kemampuan rumah tangga masing-masing diberikan sajian makanan dan istimewanya Sadranan ini lebih identik dilaksanakan hanya dalam satu hari atau dari pagi sampai malam sekitar jam 10 malam," kata Hardani.
Menurut Hardani, ada sebuah anggapan jika warga masyarakat semakin banyak yang rawuh (datang), semakin banyak yang silahturahmi, ada keyakinan tahun depan nanti dia akan dipermudah untuk mendapatkan rezeki dari Allah SWT.
Selain itu juga ada satu sisi keyakinan bahwa hidup berdampingan banyak saudara, banyak teman, banyak keluarga bisa membawa satu keberkahan tersendiri.
Ditambahkan Kepala Desa Mliwis ini, seiring terus berjalan acara Sadranan, selalu ada penambahan baik situasi warga yang hadir semakin ramai hingga kesadaran masyarakat untuk ikut membawa makanan dengan tenongan, yang nantinya dimakan bersama-sama setelah ziarah dan doa saat di pemakamanan.
"Makanya semakin tahun, semakin ke depan ini semakin ramai dan kesadaran masyarakat termasuk peserta yang bawa makanan tenongan di makam itu, dari tahun ke tahun semakin meningkat. Kemarin 800 kemudian 900 sekarang sudah mencapai ribuan tenong. Ini juga menjadi tanda-tanda kemakmuran warga kami," katanya, menambahkan.
Acara Sadranan memang dianggap membawa keberkahan dan kemakmuran bagi warga Kecamatan Cepogo. Tidak hanya pada warga yang ikut dalam acara saja, melainkan juga bagi para pedagang. Hal itu dikatakan salah satu warga yang juga mantan Kepala Desa Mliwis, Triyono.
Dirinya mengatakan bahwa dengan banyaknya warga yang menyajikan makanan untuk para tamu saat berkunjung dalam bersilahturahmi, akan memutarkan roda ekonomi di pasar-pasar. Sehingga pemasukan para pedagang bisa ikut meningkat.
"Sadranan seperti ini kan juga meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar juga, di pasar sini kan istilahnya perputaran ekonomi keuangan ini kan banyak, karena banyak yang belanja-belanja demi menyajikan makanan kepada tamu. Warga kalau tamunya itu banyak, bisa membuat senang," ucap Triyono.
Meskipun pada tahun ini tidak diadakan Grebeg Sadranan yang biasa dilakukan bersama-sama di alun-alun Taman Pancasila karena faktor cuaca tidak menentu, namun tidak memutus kegiatan rutin menyambut Bulan Suci Ramadan ini. Warga Kecamatan Cipogo, Kabupaten Boyolali tetap mengadakan acara Sadranan di wilayah desa masing-masing. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....