Sejarah Sadranan, Tradisi Turun-Temurun Masyarakat Mliwis

  • 04 Feb 2026 17:43 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Tradisi Sadranan yang digelar masyarakat Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, merupakan warisan budaya yang telah berlangsung sejak lama. Tradisi ini menjadi bagian dari ritual masyarakat Jawa dalam menyambut bulan Ruwah atau Syakban.

Tokoh agama Desa Mliwis, KH Masykuri, menjelaskan Sadranan telah ada sejak masa kepercayaan kuno sebelum berkembangnya agama-agama besar di Nusantara. Pada masa itu, masyarakat telah mengenal tradisi berkumpul dan mendoakan roh leluhur.

“Sadranan itu sebetulnya sejak zaman manusia itu ada. Lebih-lebih di sini dulu ada zaman kepercayaan. Ini tradisi berkumpul yang tradisinya berdoa dengan kepercayaan animisme, dinamisme,” katanya saat ditemui rri.co.id di rumahnya, Rabu, 4 Februari 2026.

Ia menyebut, tradisi tersebut kemudian mengalami akulturasi pada masa Hindu dan semakin berkembang saat masuknya Islam melalui Wali Songo. Pola ritual berkumpul dan berdoa tetap dipertahankan, namun cara berdoanya disesuaikan dengan ajaran Islam.

Menurutnya, istilah Sadranan diyakini berasal dari kata sadara yang berarti doa bersama, serta dikaitkan dengan kata sodri atau dada. Maknanya adalah mengingat leluhur dengan hati yang bersih dan tulus.

“Sadara itu adalah berdoa. Terus diarahkan bahasa Islamnya yaitu sodri. Sodri itu dada, dalam dada itu ada qolbun atau hati,” ujarnya.

Tradisi Sadranan kemudian diarahkan pelaksanaannya pada bulan Ruwah. Hal ini merujuk pada kebijakan Sultan Agung Hanyokrokusumo yang mengaitkan tradisi ziarah dan doa leluhur dengan bulan Syakban dalam kalender Hijriah.

Pelaksanaan Sadranan di berbagai daerah tidak selalu sama. Penentuan hari bisa berbeda-beda  menyesuaikan tradisi lokal dan penanggalan Jawa yang dianut masing-masing wilayah.

Meski terdapat perbedaan waktu pelaksanaan, KH Masykuri menegaskan esensi Sadranan tetap sama. Tujuannya  mendoakan leluhur dan menjaga kesinambungan tradisi budaya. (Reza/Wida)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....