Wali Kota Surakarta Tingkatkan Kualitas Guru Pendamping Disabilitas

  • 02 Feb 2026 00:28 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta sedang meningkatkan kualitas pendidikan, dengan melakukan revitalisasi bangunan sekolah maupun pengembangan terhadap tenaga pendidik yang ada di Kota Bengawan.

Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) DAU dengan total anggaran Rp43.868.307.510. Dari nilai tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) sudah menyelesaikan pembangunan empat jenjang pendidikan yakni PAUD-PNF, SD dan SMP.

Tiga Sekolah Dasar (SD) yang sudah selesai pembangunannya, yakni SD Negeri Sekip, SD Negeri Begalon 1 dan SD Negeri Madyotaman, diresmikan langsung Wali Kota Surakarta, Respati Ardi pada Jumat, 30 Januari 2026.

Dalam peresmian ini, Respati menekankan bagaimana pendidikan inklusif juga perlu ditingkatkan. Terutama pada kualitas tenaga pendidik, kesejahteraan guru serta menambah pendamping untuk pelajar disabilitas.

"Kita akan siapkan terkait pendapatan daerah ada hubungannya nanti kita untuk mencadangkan biaya untuk peningkatan penambahan guru terutama tenaga pendamping disabilitas akan kita utamakan terlebih dahulu. Karena mengingat kita sudah mendorong sekolah inklusif yang dimana pendamping disabilitas ini menjadi sangat penting sekali di SD Negeri dan sekolah di Surakarta," kata Respati Ardi dalam surat keterangan tertutulis yang diterima rri.co.id.

Selain peningkatan kualitas pendidikan melalui revitalisasi gedung sekolah dan pengembangan tenaga pendidik, Respati berencana memberikan pelatihan Kepala Sekolah agar bisa mandiri tidak bergantung pada APBD maupun dana BOS.

"Kami juga akan memberikan pelatihan-pelatihan untuk kepala sekolah terkait kerja sama dengan perusahaan, CSR. Jadi tidak hanya bergantung pada dana APBD dan BOS daerah dan lain-lain tetapi saya beri fasilitas guru-guru untuk menambah kualitas layanan pendidikan di Surakarta," katanya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Surakarta, Dwi Ariyatno mengatakan dari keseluruhan paket revitalisasi pembangunan gedung sekolah, sudah selesai 100 persen dan hanya menyisakan Masjid di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5.

"Dari semua total pengerjaan paket itu keseluruhan sudah selesai 100 persen kecuali Masjid di SMPN 5. Tempat ibadah di sana sehubungan dengan penyedia tidak mampu menyelesaikan sampai dengan waktu yang ditentukan, sehingga kemarin diputus kontrak dan dikenakan sanksi masuk daftar hitam," ucap Dwi Ariyatno.

Mendukung pendidikan inklusif, Dwi Ariyatno menegaskan bahwa semua sekolah yang dibangun Pemerintah Kota Surakarta, dipastikan ramah untuk pelajar disabilitas.

"Semua sekolah yang dibangun ramah untuk disabilitas. Jadi anak-anak disabilitas nanti akan ditempatkan di kelas bawah," ucapnya menambahkan.

Dalam data Dinas Pendidikan, rinciannya revitalisasi bidang PAUD-PNF empat paket pekerjaan dengan nilai Rp2.423.043.640, bidang SD 12 paket pekerjaan dengan nilai Rp15.708.360.742 dan bidang SMP 16 paket pekerjaan dengan nilai Rp25.736.803.128. (JK/Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....