Branding Bernilai dan Berdampak Dinilai Penting bagi Ekonomi-Daerah

  • 31 Jan 2026 10:44 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Penguatan strategi branding yang tidak hanya membangun citra, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi perekonomian daerah menjadi sorotan dalam sebuah forum diskusi yang melibatkan pelaku usaha, media, dan pemerintah di Kota Surakarta.

Forum diskusi tersebut dikemas dalam kegiatan SMG Economic Insight 2026 yang digelar di Multifunction Hall Radya Litera Griya Solopos, Surakarta, Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Branding Bukan Sekadar Citra: Membaca Konteks 2026 dari Persepsi ke Dampak Nyata”.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengatakan branding di era saat ini tidak cukup dimaknai sebagai pencitraan semata. Branding dinilai harus mencerminkan kejujuran, konsistensi, dan kerja nyata yang dirasakan masyarakat.

“Sekarang masyarakat sudah mulai cerdas, mulai mengerti branding bukan sekedar hanya citra. Game-nya sudah berubah. Inilah branding yang hari ini dibutuhkan oleh masyarakat kita, apa adanya,” kata Respati dalam sambutannya.

Respati menambahkan, Pemerintah Kota Surakarta terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat perekonomian daerah. Langkah tersebut dinilai penting guna menjaga kepercayaan publik dan dunia usaha di tengah dinamika global.

Disisi lain, Presiden Komisaris Solopos Media Group, Hariyadi B. S. Sukamdani, menilai branding memiliki peran strategis dalam menghadapi perubahan ekonomi dan perilaku masyarakat. Menurutnya, media memiliki posisi penting dalam membangun pemahaman publik sekaligus menjadi penghubung antara pemerintah dan pelaku usaha.

“Dunia usaha tetap memerlukan media, suatu sarana untuk menyampaikan campaign atau promosi daripada produknya itu ke masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah melalui Pelaksana Tugas Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah, Sarworini, menekankan pentingnya branding berbasis nilai dalam pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyoroti pentingnya kebijakan dan pelayanan publik yang konsisten sebagai fondasi branding daerah. Branding dinilai harus sejalan dengan kinerja pemerintah dan kebutuhan masyarakat.

“Branding harus menghadirkan nilai relevansi dan dampak nyata bagi masyarakat tentang pembangunan ekonomi. Diwujudkan melalui kerja nyata serta konsisten antara narasi dan implementasi,” ujarnya.

Melalui forum ini, para pemangku kepentingan berharap branding dapat menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan daya saing ekonomi daerah. Branding yang kuat diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....