Marak Pencurian Padi Siap Panen di Sragen Resahkan Masyarakat

  • 30 Jan 2026 23:38 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen - Menjelang masa panen raya, aksi pencurian padi di area persawahan marak terjadi di wilayah Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Bahkan untuk mengelabuhi petani, maling padi ini melakukan pencurian secara acak atau random di beberapa titik dalam satu petak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, pencurian terjadi di sejumlah titik persawahan, khususnya di Desa Toyogo dan Desa Karanganyar. Pelaku diduga beraksi pada malam hari dengan membabat tanaman padi yang sebenarnya belum memasuki masa panen.

Aksi pencurian padi yang dialami petani Sambungmacan itu lantas viral di media sosial. Salah seorang petani Pak Sunarto dalam unggahannya di Instagram Informasi Cegatan Wilayah Sragen mengaku padinya dicuri maling dengan sistem random sehingga dari kejauhan tidak tampak.

"Saya melaporkan ini padi saya yang sebelah sudah ditleser manual, yang milik saya belum. Ternyata agak sama pencurian padi yang masih ngadek (berdiri) dari galeng (pematang) jarak semeter padi saya cek ada rit-ritan, jarak satu meter lagi dirit lagi. Satu ritan itu ,6-10 dapur padi," ucap dia dikutip rri.co.id, Sabtu 30 Januari 2026.

"Yang punya sawah harus sering dicek lagi. Karena setiap satu meter hilang 10-12 dapur dalam satu petak. Ini pencurian partai kecil, kemungkinan biasanya orang gampung," ucap dia lagi menambahkan.

Sementara itu Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Sambungmacan AKP Warseno mengatakan pihaknya telah menerima laporan informal dari masyarakat. Meski sebagian petani tidak melapor secara resmi karena kerugian yang dialami dinilai tidak terlalu besar.

Menurut Warseno, jumlah padi yang dicuri relatif sedikit, sekitar dua sak. Namun, tindakan tersebut tetap merugikan petani dan berpotensi terulang jika tidak diantisipasi sejak dini. Selain Desa Toyogo, kepolisian juga menerima informasi serupa dari Desa Karanganyar.

“Berdasarkan informasi tersebut, kami turun ke lokasi bersama anggota. Memang benar ada kasus pencurian padi. Tanaman padi yang masih tumbuh di sawah dibabati orang tidak dikenal, padahal masa panen masih sekitar 10 hari lagi,” ujar Warseno.

Polsek Sambungmacan juga mengimbau para petani dan warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan mengaktifkan ronda malam di area persawahan. Koordinasi dilakukan bersama Koramil dan pemerintah kecamatan guna menyampaikan imbauan tersebut kepada masyarakat.

“Imbauan sudah kami sampaikan melalui grup WhatsApp RT dan kelompok petani agar meningkatkan ronda malam. Sasaran pencurian biasanya sawah yang sepi atau jauh dari jalan raya,” kata Warseno

Selain itu, Warseno meminta petani berhati-hati saat bertransaksi dengan penebas atau pembeli hasil panen. Ia mengingatkan agar petani memastikan pembayaran dilakukan sebelum hasil panen diangkut. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....