Longsor di Mondokan, 4 Rumah Warga Terancam Hanyut ke Sungai
- 28 Jan 2026 16:47 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sragen - Cuaca ekstrim yang terjadi beberapa pekan terakhir memicu longsor pada lereng aliran anak Sungai Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Mondokan, Sragen. Sejumlah bangunan rumah warga di Desa Majenang dan Karanganom terancam ambrol akibat erosi sungai.
Sekretaris Camat Mondokan Sri Harjanto mengatakan, longsor yang terjadi saat ini ada dua titik. Yakni di Dukuh Karangbale RT 6 Desa Majenang dan di Dukuh Pojok Desa Karanganom.
"Ini yang yang untuk Karangbale sebenarnya longsor itu sudah lama. Awalnya sedikit-sedikit, tetapi untuk musim hujan ini karena curah hujannya tinggi, sungainya meluap (longsor meluas)," ucap Sri Harjanto, Rabu 28 Januari 2026.
Sementara longsor di Dukuh Pojok ini kejadian belum lama setelah cuaca ekstrim. Longsor di Dukuh Pojok ini masih satu jalur atau satu alur dengan anak Sungai Bengawan Solo di Karangbale.
"Longsornya cukup lebar dan luas lah. Itu satu jalur sama yang pojok, jadi sungainya itu sama. Longsor masuk ke sungai karena erosi," ucap dia.
Disampaikan Sekcam, longsoran itu terjadi pada tikungan sungai. Karena debit meningkat dan arus yang deras sehingga hampir merobohkan bangunan rumah milik warga yang berada tak jauh dari bibir sungai.
"Jadi sungainya itu kan belok sebenarnya, tapi karena airnya kenceng meluap. Tanahnya milik warga itu akhirnya kan ada erosi terus longsor karena memang diterjang sama air ini," katanya menjelaskan.
Sekcam menyebut setidaknya ada empat rumah warga yang terdampak longsor di dua titik hingga nyaris hanyut. Pemerintah Kecamatan sudah melaporkan kondisi tersebut kepada Pemkab Sragen dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.
"Udah ada koordinasi dengan BBWS. BBWS itu sudah sebulan ada di Karangbale. Itu sudah menurunkan alat berat termasuk personilnya itu sudah ada di situ," kata dia.
BBWS mulai penanganan untuk membuat tanggul dan memasang patok-patok termasuk normalisasi sungai di Karangbale. Namun karena musimnya hujan dan aliran sungai deras mengakibatkan kendala tersendiri dalam penanganan longsor.
"Tanahnya kan cenderung basah, jadinya kayak nyumber di bawah itu jadi penanganannya kan sulit. Akhirnya kan hanya diutamakan untuk bagaimana menyelamatkan rumah agar tidak ikut longsor atau roboh terbawa longsoran itu. Itu agenda utamanya," katanya menandaskan.
Setelah penanganan longsor di Karangbale, BBWS akan bergeser ke longsor di Pojok. Pihaknya menargetkan penanganan tersebut berlangsung dalam waktu dekat.
"Untuk penanganan di Pojok Karanganom mungkin mulai besok atau lusa," ujarnya. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....