Bertemu Dubes Belanda, Respati Ingin Artefak Surakarta Dikembalikan

  • 27 Jan 2026 16:22 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen temui Wali Kota Surakarta, Respati Ardi di Rumah Dinas Loji Gandrung pada Selasa, 27 Januari 2026.

Dari pantauan RRI.CO.ID, Duta Besar Marc Gerritsen datang pada sekira pukul 08.00 WIB yang langsung disambut baik Respati Ardi. Keduanya kemudian mengadakan pertemuan tertutup di ruang rapat Loji Gandrung.

Ditemui setelah melakukan pembicaraan, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi mengatakan banyak yang bisa dikerja samakan. Salah satunya pengembalian artefak asal Kota Surakarta yang berada di Belanda.

"Kita ada mutual cooperation antara Pemerintah Kota Surakarta dengan penduduk besar Belanda terkait short course delapan minggu yang fokusnya terhadap sejarah, arsip-arsip negara dan arsip sejarah yang akan kita kerjasamakan ke depan," kata Respati Ardi.

Lebih lanjut menurut mantan Ketua HIPMI Surakarta ini, dirinya akan mengupayakan dengan mengirimkan surat kepada Kedutaan Besar Belanda untuk mengembalikan artefak asal Kota Bengawan.

"Salah satu (surat) kami yang berkirim kepada Kedutaan Besar Belanda untuk memohon kembali, ada barang-barang dari kolektor barang milik Kota Surakarta yang sedang kita mohon, dan ini salah satu yang kita urus tadi untuk bisa mengembalikan koleksi Museum Radya Pustaka," katanya menambahkan.

Sementara itu, Duta Besar Belanda, Marc Gerritsen mengatakan kunjungannya ke Kota Surakarta adalah yang pertama setelah dirinya menjabat. Dirinya juga menjelaskan bahwa perbincangannya dengan Respati Ardi terkait sejarah antara dua negara yang bisa dikerjasamakan.

"Jadi sebagai Duta Besar ini adalah kunjungan pertama saya ke Surakarta. Hubungan (Kota Surakarta) dengan Belanda sudah ada sejak berabad-abad lalu dan kami berdiskusi mengenai hal itu, bagaimana kami dapat menggunakan sejarah untuk masa depan," ucap Marc Gerritsen.

Ditambahkan Marc Gerritsen, bahwa dirinya mengatakan adanya perbincangan terkait arsip-arsip terkait sejarah Kota Surakarta untuk bisa diakses bersama.

"Kami juga berbicara tentang arsip di Belanda yang memiliki informasi menarik tentang sejarah Kota Surakarta dan bagaimana kita dapat mengaksesnya," ucapnya menambahkan.

Setelah pertemuan, keduanya juga bertukar cinderamata. Respati Ardi memberikan keris yang memang menjadi salah satu icon Kota Surakarta, sementara Marc Gerritsen memberikan guci bergambar sepeda.

Artefak asal Kota Surakarta yang berada di Belanda untuk diharapkan bisa kembali yakni, manuskrip, arca, gamelan, tosan aji hingga berbagai jenis wayang, untuk nantinya dipajang di Museum Radya Pustaka melengkapi benda sejarah lainnya. (JK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....