Perbaikan Jalur, Pendakian Lawu Ditutup Sementara Mulai Februari
- 26 Jan 2026 19:46 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar bersama Perhutani memutuskan untuk menutup sementara seluruh jalur pendakian Gunung Lawu di wilayah Karanganyar. Penutupan ini berlaku mulai tanggal 1 hingga 28 Februari 2026 dan mencakup jalur via Cemoro Kandang, Cetho, Pringgondani, serta Saraswati.
Kepala Disparpora Karanganyar, Hari Purnomo, menjelaskan kebijakan ini diambil untuk menormalisasi sekaligus merehabilitasi jalur pendakian yang mengalami kerusakan di beberapa titik.
“Kami sepakati bersama mulai tanggal 1 sampai 28 Februari 2026 yaitu akan diadakan penutupan sementara yaitu jalur pendakian Lawu via Cemoro Kandang, via Cetho, Pringgondani dan Saraswati. Keputusan ini berdasarkan hasil rapat bersama Perhutani untuk menormalisasi jalur pendakian tersebut,” ujar Hari Purnomo saat dikonfirmasi wartawan, Senin 26 Januari 2026.
Hari menyebutkan cuaca ekstrem dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan jalur pendakian tergerus air dan mengalami kerusakan fisik. Selain itu, sejumlah papan pengumuman di sepanjang jalur juga dilaporkan rusak sehingga perlu dilakukan perbaikan demi keamanan pendaki.
“Beberapa hari terakhir, bulan terakhir, jalur pendakian tersebut ada yang tergerus, ada yang rusak, ada papan pengumuman yang rusak. Sehingga perlu direhabilitasi agar nanti memberikan kenyamanan bagi para pengunjung di bulan berikutnya,” katanya.
Pemilihan waktu penutupan pada bulan Februari, lanjut Hari juga mempertimbangkan datangnya bulan Ramadan yang diprediksi jatuh pada pertengahan Februari. Menurutnya, pada masa tersebut aktivitas pendakian biasanya cenderung sepi, sehingga momen ini dinilai tepat untuk melakukan perbaikan jalur secara masif.
“Mengingat nanti mungkin tanggal 18 atau 19 Februari sudah bulan puasa, sehingga pada umumnya di bulan puasa pendakian juga sepi. Maka dimanfaatkan oleh petugas Disparpora dan Perhutani untuk perbaikan jalur,” ucapnya.
Proses rehabilitasi ini akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari petugas pemerintah, Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), hingga relawan. Fokus utama perbaikan adalah menahan laju pengikisan jalur akibat aliran air dengan pemasangan patok dan balok kayu di titik-titik rawan.
“Karena ada beberapa jalur yang tergerus air, sehingga perlu dipatok, dibalok, agar diuruk dan tidak tergerus terus-menerus. Kami bersama masyarakat, LMDH, relawan, akan bekerja sama memperbaiki empat jalur pendakian tersebut demi kenyamanan para pendaki,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....