Kedatangan Jenazah Hariadi Disambut Isak Tangis, Keluarga Kenang Sosoknya

  • 25 Jan 2026 18:00 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Kedatangan jenazah Flight Operation Officer, Indonesia Air Transport, Hariadi yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan disambut isak tangis keluarga.

Jenazah sendiri tiba di rumah duka RT 03/08 Perumahan Puri Kahuripan 3, Jaten, Karanganyar pada Minggu, 25 Januari 2026 pukul 13.30 WIB setelah diterbangkan dari Makassar menuju Surabaya dan dilanjutkan melalui jalur darat menggunakan ambulans.

Ibu korban, Sutini terlihat drop hingga harus diangkat suaminya. Sedangkan istri korban, Rira Indah juga sempat beberapa kali mengalami syok hingga harus diperiksa tim medis sebelum kedatangan jenazah ke rumah duka. Hal itu dikatakan langsung Ketua RT 03, Rudi Hermawan.

"Dari pihak istri korban masih syok, kondisi masih belum bisa ditanya jawab. Kemarin kebetulan di syok lagi dan didatangkan pihak kesehatan, tim medis untuk memeriksa kondisi," kata Rudi Hermawan.

Lebih lanjut, Rudi menceritakan bagaimana sosok Hariadi yang dikenal baik di lingkungan tempat tinggal. Tak hanya itu saja, Flight Operation Officer, Indonesia Air Transport ini menurut Rudi Hermawan sering aktif di Masjid dekat rumah.

"Kalau menurut saya pribadi baik orangnya, baik sekali kalau di lingkungan kegiatan apapun ikut sengkuyung, aktif. Di Masjid juga aktif," katanya menambahkan.

Sementara itu, adik ipar korban, Abdullah Said mengenang sosok Almarhum Hariadi adalah orang yang baik dengan siapapun. Dirinya bahkan merasa seperti dianggap adik kandung sendiri dan tidak ada perbedaan meskipun hanya adik ipar.

"Alhamdulillah pak Hariadi sebagai kakak kami itu orang yang baik, dengan keluarga, kerabat, sanak saudara, lingkungan masyarakat dan orang tua pun juga baik. Sayang dengan keponakan dan saya adik ipar juga dianggap seperti adik kandung sendiri tidak membeda-bedakan. Itu yang selama kami rasakan saat hidup dengan beliau," ucap Abdullah Said.

Ditambahkan Abdullah Said, Hariadi selalu melakukan video call kepada orang tua dan istrinya sebelum melaksanakan tugas penerbangan. Menurutnya juga sebelum kejadian tidak ada tanda-tanda atau pesan yang menjadi hal janggal.

"Kontak dengan mas Hariadi dengan istri Sabtu pagi masih video call, kemudian kepada mbah kakung (bapak) pada Jumat-Sabtu masih telepon ingin berangkat bertugas. Beliau tidak menceritakan sesuatu apapun, cuma biasa kalau mau tugas biasa melakukan komunikasi dengan istri dan orang tua," ucapnya menambahkan.

Hariadi dipastikan meninggal dunia setelah proses pencarian korban kecelakaan ATR 42-500 yang jatuh pada Sabtu, 17 Januari 2026 saat melakukan penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Makassar. Jenazahnya ditemukan tim gabungan SAR dan TNI yang kemudian dilakukan kecocokan oleh petugas DVI Polri. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....