Jenazah Hariadi Korban Pesawat ATR Dimakamkan di Kerjo

  • 24 Jan 2026 20:23 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Jenazah Hariadi (46), warga Kabupaten Karanganyar yang menjadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, rencananya akan dimakamkan di Kecamatan Kerjo, Karanganyar, Minggu 25 Januari 2026 sore. Almarhum merupakan warga Perumahan Puri Kahuripan 3, Desa Jati, Kecamatan Jaten, yang bekerja sebagai Flight Operation Officer (FOO) pada maskapai tersebut.

Ketua RT 003/RW 008 Perumahan Puri Kahuripan 3, Rudi Hermawan, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, jenazah dijadwalkan tiba di rumah duka pada Minggu siang setelah menempuh perjalanan udara dari Makassar.

“Informasi sementara dari keluarga, jenazah dari Makassar berangkat pagi, transit Surabaya, dan diperkirakan sampai Puri Kahuripan setelah pukul 12.00 WIB,” ujar Rudi Hermawan kepada media, Sabtu 24 Januari 2026.

Setelah tiba di rumah duka, lanjur Rudi, jenazah rencananya akan disalatkan di masjid kawasan perumahan sebelum diberangkatkan ke tempat peristirahat terakhir. Pihak keluarga telah memutuskan untuk memakamkan almarhum di tanah kelahiran orang tuanya.

“Fix-nya dimakamkan di Kerjo, makam umum di sana. Prosesi pemakaman direncanakan berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) wilayah Kerjo,” katanya.

Hingga Sabtu sore, suasana rumah duka mulai dipadati kerabat dan tetangga yang datang untuk berbela sungkawa. Rudi menjelaskan istri almarhum saat ini masih dalam kondisi syok berat dan belum bisa memberikan keterangan secara langsung.

“Istrinya masih drop. Jadi semua masih menunggu kondisi memungkinkan. Pihak keluarga saat ini masih fokus menunggu kedatangan jenazah dari Makassar,” ucapnya.

Rudi mengatakan, warga sekitar juga telah melakukan persiapan secara gotong royong dengan memasang teratak dan kursi di depan rumah duka. Untuk agenda Sabtu malam, warga hanya akan melaksanakan doa bersama secara sederhana sembari menunggu kedatangan jenazah.

"Paling hanya selawatan atau doa bersama warga sambil menunggu jenazah. Tahlilan dan doa-doa kemungkinan setelah pemakaman,” ucapnya.

Sosok Hariyadi dikenal sebagai pribadi yang sangat aktif dan memiliki jiwa sosial tinggi di lingkungan tempat tinggalnya selama lima tahun terakhir.

“Orangnya baik, guyub, kegiatan apa pun ikut. Di masjid juga aktif,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....