Lawu Group Gandeng GlobalTix, Digitalisasi Akses Tiket Online

  • 23 Jan 2026 19:52 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Lawu Group secara resmi memulai langkah besar dalam mentransformasi tata kelola perusahaannya, beralih dari pola manajemen tradisional menuju sistem manajemen modern yang berbasis pada kecanggihan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Transformasi ini ditandai dengan jalinan kemitraan strategis bersama GlobalTix untuk mengimplementasikan sistem e-ticketing dan digitalisasi bisnis di seluruh portofolio destinasi wisata milik Lawu Group.

Founder The Lawu Group, Parmin Sastro Wijono, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan upaya perusahaan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi mutakhir. Melalui kerja sama dengan GlobalTix, The Lawu Group ingin mengubah wajah perusahaan dari sistem "manajemen kampung" yang selama ini bersifat manual, menjadi organisasi profesional dengan tata kelola yang jauh lebih baik dan terukur.

“The Lawu Group saat ini sedang bertransformasi dari pengelolaan perusahaan secara tradisional yang penting jalan kemudian menuju tata pola perusahaan yang baik. Dari manajemen kampung menuju manajemen modern. Salah satu langkahnya adalah kolaborasi saat ini dengan GlobalTix untuk digitalisasi bisnis,” ujar Parmin Sastro Wijono usai penandatanganan kerjasama, Jumat 23 Januari 2026.

Parmin mengatakan, pemilihan GlobalTix sebagai mitra teknologi didasarkan pada pengalaman internasional mereka yang sangat meyakinkan, di mana GlobalTix telah sukses bekerja sama dengan destinasi raksasa seperti Taman Safari hingga Badan Otoritas Borobudur.

Melalui kemitraan ini, seluruh lokasi wisata di bawah naungan Lawu Group—mulai dari The Lawu Park, Sakura Hills, Wonder Park, jembatan kaca Kemuning Sky Hills, Air Terjun Ngargoyoso, hingga Benteng Willem I Ambarawa—akan menggunakan sistem tiket elektronik terpadu berbasis barcode dan kartu.

“Kita ingin mencoba menyesuaikan, beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang setiap waktu terus berubah yang saat ini kita adalah mencapai teknologi AI. Kita pilih GlobalTix karena memiliki experience yang cukup meyakinkan,” ujar Parmin.

Parmin berharap transformasi ini tidak hanya memperkuat infrastruktur pariwisata di Jawa Tengah, tetapi juga memberikan kenyamanan maksimal bagi para wisatawan yang berkunjung ke wilayah lereng Gunung Lawu dan sekitarnya melalui kemudahan akses digital.

“Sekali lagi untuk meningkatkan layanan kita kepada masyarakat lebih nyaman. Dia bisa membeli tiket tidak harus antri di loket, dia bisa beli dari HP saja. Dari HP dia bisa beli tiket melalui e-commerce kita atau bahkan dari OTA,” katanya.

Sementara itu, Chief Operating Officer GlobalTix, Chan Chee Kong, turut menekankan pentingnya model akses yang fleksibel bagi kenyamanan tamu. Sistem non-tunai berbasis saldo tersimpan (stored-value) ini memungkinkan pengunjung membeli tiket melalui ponsel atau platform Online Travel Agent (OTA) tanpa harus mengantre di loket fisik, sekaligus memudahkan staf operasional dalam melakukan rekonsiliasi data secara real-time.

“Atraksi wisata saat ini membutuhkan model akses yang fleksibel, terukur, dan mudah bagi tamu maupun operator. Kami merasa terhormat dapat mendukung Lawu Park Group dalam membentuk pendekatan akses yang mengutamakan tamu, yang meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang di seluruh destinasinya,” kata Chan Chee Kong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....