Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, BPBD Solo Siaga 24 Jam
- 22 Jan 2026 03:03 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Siaga bencana hidrometeorologi selama musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo selalu menyiagakan alat-alat, baik kendaraan, pompa air, pelampung, perahu, ambulans serta personel selama 24 jam.
Personel yang berjaga selama 24 jam nantinya juga akan bertugas berkeliling lokasi rawan bencana ketika situasi curah hujan tinggi melebihi waktu satu jam.
Selain berpatroli, melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Solo juga memantau keadaan aliran sungai hulu hingga hilir, hal itu dikatakan langsung Sekretaris BPBD, Ari Yeppi Kusumawati saat ditemui dikantornya pada Rabu 21 Januari 2026.
"Mengirimkan teman-teman tim untuk wilayah asesmen. Kemudian kita melihat sejauh mana pergerakan kenaikan sungainya. Itu pun juga kita koordinasi dari hulunya ke sana, dari hilirnya di sana. Kita juga koordinasi misalnya naiknya berapa per menit, berapa senti dan sebagainya," kata Ari Yeppi Kusumawati.
Ketika situasi sudah memasuki zona kuning hingga merah, TRC nantinya akan bersiaga bergerak dengan peralatan yang memang sudah disiagakan di kantor Pusdalops. Tim BPBD Solo sendiri juga dibantu oleh relawan tanggap bencana yang berada di wilayah Kelurahan.
Selain melakukan pemantauan dengan Early Warning System (EWS), ditambahkan Ari Yeppi Kusumawati tim BPBD Solo juga melakukan pemantau melalui grup mitigasi bencana Solo Raya serta berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Dinas PU.
"Kita selalu berkoordinasi dengan wilayah se-Solo Raya plus koordinasi dengan teman-teman BBWS, teman-teman PU, kemudian teman-teman relawan itu penting sekali, mereka yang ada di lokasi-lokasi yang menurut mereka itu memang harus selalu siap siaga itu kita pantau terus. Jadi teman-teman setiap 2-3 jam sekali pasti akan meng-update di Pusdalops," katanya menambahkan.
Sementara itu, Haryana, Komandan Pleton TRC dan Koordinator Tim Lapangan BPBD Solo, menjelaskan bahwa petugas yang berjaga selama 24 jam selalu rutin melakukan pengetesan alat-alat agar siap dipergunakan saat situasi emergensi.
"Kita cek berkala setiap ganti piket. Jadi 7.00 WIB pagi, 19.00 WIB nanti ganti piket semuanya ngecek armada, BBM termasuk kesiapan senso, kesiapan peralatan yang ada di BPBD, trail itu semuanya kita ready kan untuk mengantisipasi hal-hal yang terjadi. Karena kita setiap hujan lebih dari satu jam, kita wajib untuk patroli pakai trail," ucap Haryana.
Ditambahkan Haryana masyarakat tidak perlu kawatir, cukup waspada dan melaporkan segala kejadian melalui nomor Pusdalops BPBD Solo ataupun tim relawan yang berada di Kelurahan masing-masing.
"Satu melalui HT Pusdalop, kedua bisa melalui nomor 112, bisa melalui nomor WhatsApp Pusdalops juga dari grup mitigasi. Jadi bisa cepat melaporkan kondisi di wilayah masing-masing. Kondisinya seperti ini sharelock, foto itu kan penting bagi kita untuk nanti respon time menuju lokasi," ucapnya menambahkan.
Ada beberapa titik pintu air hingga lokasi rawan yang terus dipantau BPBD Solo, yakni Jurug, Kali Anyar, Pajang, Joyotakan dan tambahan baru Purwosari serta Kadipiro. Meskipun begitu masyarakat juga diminta lebih aktif membersihkan saluran air lokasi perumahannya. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....