DPD Tani Merdeka Boyolali Gelar Rakerda
- 12 Jan 2026 06:23 WIB
- Surakarta
KBRN, Boyolali : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Boyolali menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sebagai forum konsolidasi organisasi sekaligus evaluasi program kerja di tingkat daerah.
Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyelaraskan arah kebijakan, memperkuat koordinasi, serta menyerap aspirasi petani dari tingkat bawah.
Rakerda yang digelar pada Minggu (11/1/2026) tersebut dihadiri Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah Wawan Pramono, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Boyolali Joko Suhartono, Kepala Dinas Pertanian Boyolali Suyanta, unsur Forkopimda, TNI, Polri, serta tokoh masyarakat.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Boyolali, Oki Surya, menegaskan bahwa Rakerda memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan organisasi selaras dengan kondisi dan kebutuhan daerah.
“Rakerda ini bertujuan menyelaraskan arah kebijakan dan strategi organisasi dengan kondisi daerah, mengevaluasi pelaksanaan program kerja sebelumnya, serta mengidentifikasi tantangan dan capaian yang telah diraih,” ujar Oki.
Dalam Rakerda ini juga menjadi forum untuk menyusun dan menetapkan rencana kerja daerah yang konkret, terukur, dan berdampak langsung bagi anggota serta masyarakat.
“Kami juga memperkuat koordinasi antar pengurus DPW dan DPD serta mendorong partisipasi aktif anggota dalam pelaksanaan program. Aspirasi dari bawah menjadi dasar penting pengambilan keputusan organisasi ke depan,” tambahnya.
Oki menekankan, Kabupaten Boyolali sebagai salah satu sentra pangan di Jawa Tengah memiliki peran strategis dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
“Bahwa Boyolali merupakan sentranya pangan di Jateng. Hal ini bagian untuk mendukung program nasional,” katanya.
Menurutnya, dukungan infrastruktur irigasi, ketersediaan pupuk, serta penerapan teknologi pertanian modern menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas produksi.
“Termasuk infrastruktur irigasi dan ketersedian pupuk hal penting untuk menjaga kestabilan produksi petani,” jelas dia.
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Wawan Pramono, dalam sambutnya menekankan pentingnya konsolidasi organisasi di tingkat daerah agar program dapat berjalan efektif.
“Rakerda ini menjadi momentum memperkuat kelembagaan petani. Program yang dijalankan harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan di,” kata Wawan.
Wawan menjelaskan, Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah siap mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat swasembada pangan nasional.
“Jadi keberhasilan swasembada beras perlu diikuti dengan penguatan produksi komoditas lain seperti jagung, kedelai, dan pangan strategis lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan bahwa komitmen organisasi untuk menjadi garda terdepan dalam mendukung kebijakan pangan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Tani Merdeka Indonesia hadir dan sinergi dengan pemerintah. Rakerda di Boyolali ini menjadi contoh bagaimana organisasi bekerja dari bawah, menyerap aspirasi petani, lalu menyusunnya menjadi langkah konkret,” jelas dia.
Ia mengatakan, program swasembada pangan nasional telah menunjukkan hasil positif dan pada 2025 telah tercapai. Ke depan, dukungan penuh petani di seluruh daerah sangat dibutuhkan agar seluruh program pemerintah dapat berjalan berkelanjutan.
“Keberhasilan swasembada pangan membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah, organisasi petani, dan masyarakat,” katanya.
Dia menambahakan, konsolidasi Tani Merdeka Indonesia di Boyolali menjadi bukti bahwa dukungan terhadap kebijakan nasional tidak berhenti di tingkat pusat, tetapi diterjemahkan langsung di daerah melalui langkah nyata. (Kisno/Rill)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....