PWK UNS Dorong Pariwisata Berkelanjutan Desa Ponggok Klaten
- 25 Des 2025 05:34 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Tim Pengabdian dari Sustainable Urban Region research group Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Dalam rilis yang diterima RRI, Rabu (24/12/2025), kegiatan ini berfokus pada pengembangan konsep pariwisata berkelanjutan dan dilaksanakan bersama BUMDes Tirta Mandiri sebagai mitra utama.
Rangkaian kegiatan meliputi observasi lapangan hingga Mini-Workshop Strategi Diversifikasi Pariwisata Berkelanjutan. Selain akademisi dan pengelola BUMDes, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa KKN skema P2M dosen yang berperan dalam fasilitasi diskusi, pengumpulan data, serta penyusunan rekomendasi. Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bagian dari implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 8 dan SDG 12, di tingkat desa.
Hasil observasi menunjukkan pariwisata air di Ponggok berkembang pesat, namun masih menghadapi tantangan pengelolaan lingkungan dan risiko penurunan kualitas mata air. Menyikapi hal tersebut, tim PWK UNS bersama BUMDes menyusun Peta Water Trail Ponggok yang memuat potensi atraksi wisata sekaligus titik-titik edukatif.
Sebagai tindak lanjut, Mini-Workshop Strategi Diversifikasi Pariwisata Berkelanjutan digelar pada 27 Oktober 2025 di Balai Desa Ponggok. Workshop ini menjadi ruang belajar bersama antara akademisi dan pengelola wisata desa untuk memperkuat kapasitas pengelolaan pariwisata berkelanjutan.
Dalam diskusi, peserta mengidentifikasi potensi ekonomi kreatif melalui UMKM Pawon Ponggok, Pawon Besuki, dan Pawon Sigedhang dengan olahan ikan khas desa. Berbagai inovasi produk seperti Jaserkeh, Suketi, dan Sate Sultan juga dinilai berpeluang menjadi daya tarik baru wisata, disertai komitmen pengurangan plastik dan pengelolaan limbah berbasis desa.
Ketua tim pengabdian PWK UNS, Raden Chrisna Trie Hadi Permana mengatakan kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi akademisi dan masyarakat desa. “Pendekatan diversifikasi wisata berbasis keberlanjutan ini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan sosial masyarakat desa,” ujarnya.
Melalui mini-workshop tersebut, tim PWK UNS dan mitra desa menghasilkan platform pembelajaran bersama berupa poster edukatif, video promosi wisata berkelanjutan, serta peta diversifikasi wisata Ponggok. Output ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelembagaan BUMDes sekaligus menjadi model awal penerapan strategi pariwisata berkelanjutan di tingkat desa. (Ril/Ase)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....