Rudy Ketemu Megawati Sebelum Mengundurkan Diri Sebagai Ketua PDI-P Jateng

  • 21 Des 2025 20:55 WIB
  •  Surakarta

KBRN Surakarta: FX.Hadi Rudyatmo mengaku sudah bertemu dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri sebelum mengirimkan surat pengunduran diri sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD PDIP Jawa Tengah. Pertemuan itu dilakukan sepulang dari perjalanan spiritual ke Vatikan.

Dijumpai Wartawan di kediamannya Pucangsawit, Solo, Sabtu (20/12/2025) Rudy sapaan akrabnya mengaku, pertemuan dengan Megawati dilakukan di Bali dan Jakarta. Pertemuan di Bali setelah pulang dari Vatikan. Setelah itu lanjut bertemu dengan Megawati di Jakarta.

"Sering (ketmau Megawati) di Bali ketemu setelah dari Vatikan, di Jakarta juga ketemu kok, jadi pulang dari Bali, saya paginya kembali lagi ke Jakarta, Senin (15/12) ketemu Ibu (Megawati)," kata Rudy, Sabtu (20/12/2025).

Baca juga: Selain Mudur PLT, Rudy Juga Keluar dari Bursa PDI-P Jateng

Saat bertemu di Jakarta itu, Rudy mengaku membahas mengenai calon-calon Ketua DPC se-Jawa Tengah. Selain membahas calon ketua DPC, ada juga pembahasan nama-nama pendamping seperti Djarot Saifulah dan Ganjar Pranowo.

"Di sana membahas tentang calon-calon Ketua DPC. Waktu itu ditempuh secara zoom saat di Bali. Lalu dibahas soal calon Ketua DPC dan pendamping, (pembahasan) ada nama Pak Djarot, Pak Ganjar, Pak Komarudin Satupun, Pak Andres Pareira, Pak Sekjen, Pak Aryo Adi dan saya. Pembahasan calon ketua DPC se-Jawa Tengah," kata dia menjelaskan.

Rudy mengatakan, saat pertemuan itu tidak membahas mengenai rencananya pengunduran diri sebagai Plt DPD PDIP Jawa Tengah. Surat pengunduran diri juga ia kirimkan pada tanggal 17 Desember 2025 setelah pertemuan itu.

"Belum, saya belum (membahas pengunduran diri) baru kita buat, sudah kita buat, namun sebelum saya menyampaikan surat itu, saya punya pemikiran untuk kepentingan lebih mementingkan partai dan organisasi supaya solid. Saya lakukan tulus dan ikhlas menjadi anggota partai biasa. Surat saya kirimkan tangga lewat WhatsApp, terus saya kirim lewat pos," katanya.

Disinggung apakah rencana konferda ditunda karena pengunduran dirinya sebagai Plt, Rudy menampik. Menurutnya, jadwal Konferda kewenangannya ada di DPP Partai PDIP.

"Kalau pembatalan Konferda enggak ada kaitannya dengan itu (pengunduran diri)

Ya, yang penting saya belum mampu untuk memimpin DPD PDIP Perjuangan Jawa Tengah. DPP yang menjadwalkan kan hak prerogratif ketua umum," ujar dia.

Rudy menyebut penundaan Konferda bukan hanya terjadi di Jawa Tengah, namun juga di daerah lain. Mengenai jabatan sebagai Plt, nantinya juga menunggu arahan dari ketua umum.

"Bukan terhambat, karena ditunda itu tidak hanya di sini saja, di beberapa daerah juga pernah ditunda. Kan ini masa jabatan Plt DPC Solo sampai 31 Desember, nanti kita lihat apakah akan diperpanjang atau bagaimana," katanya. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....