Perangi Judol-Pinjol, Pemkab Sragen Gandeng GenZ Lewat Lomba Konten

  • 12 Des 2025 15:52 WIB
  •  Surakarta

KBRN,Sragen: Maraknya kasus judi online (judol) dan pinjaman online (Pinjol) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen. Melalui Bank Syariah Sragen (BSS) Pemkab membuat gerakan edukasi menyasar generasi muda dalam isu literasi keuangan, khususnya memerangi judol dan pinjol ilegal serta edukasi penggunaan paylater yang bijak.

Gerakan dikemas dalam Lomba Konten Media Sosial dan Lomba Menulis Artikel atau Puisi melalui Piala Bupati 2025. Penyerahan hadiah lomba bertema “GenZ Cerdas Finansial Lawan Judi Online, Perangi Pinjol Ilegal & Bijak Gunakan Paylater” tersebut berlangsung di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Sragen, Jumat (12/12/2025).

Acara penyerahan hadiah ini dihadiri langsung oleh Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, dan Direktur Utama Bank Syariah Sragen, Fakhruddin Nur.

Bupati menyampaikan apresiasi dan menegaskan pentingnya kegiatan edukasi ini. Ia menyoroti fenomena masyarakat yang menggunakan finansialnya secara tidak baik, seperti terjebak pinjol, judol, dan paylater berlebihan.

“Lomba ini adalah bagian dari mengedukasi masyarakat kita untuk bisa menggunakan finansial yang dimiliki secara baik dan produktif. Harapan kita, masyarakat kita juga terhindar dari masalah-masalah finansial,” ucap Bupati Sigit disela penyerahan hadiah lomba.

Bupati mengaku sering menerima keluh kesah orang tua yang keluarganya terjebak dalam judi online maupun pinjol. Dia mengatakan bahwa pinjol dan judul sudah menjadi perhatian nasional yang harus diperangi secara serius.

"Bahwa kita menghadapi persoalan serius terkait dengan judi online, pinjaman online yang tidak dihitung dengan baik, dan paylater yang sembrono. Harapan kita, apa yang terjadi di masyarakat yang lebih luas itu bisa dicegah untuk di Kabupaten Sragen dengan melibatkan anak-anak muda,” katanya berharap.

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama Bank Syariah Sragen, Fakhruddin Nur, mengatakan lomba ini diikuti oleh 25 sekolah untuk kategori lomba konten media sosial. Masing-masing mengirimkan dua tim, dengan total setiap tim menghasilkan 25 konten. Selain itu, lomba menulis artikel atau puisi, diikuti oleh 18 sekolah.

Direktur Utama Bank Syariah Sragen, Fakhruddin Nur saat memberikan keterangan pers seusai penyerahan hadiah lomba di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Jumat (12/12). (Foto: RRI/Mulato Ishaan)

Kegiatan ini lanjut Fakhruddin merupakan konsen serius dari Pemkab Sragen untuk mencegah generasi muda agar tidak terjerat masalah finansial seperti judol dan pinjol. Melalui komunikasi dan strategi kampanye media sosial yang sesuai dengan generasi mereka diharapkan dapat terhindar dari finansial yang bermasalah.

“Dibutuhkan pola komunikasi dan strategi kampanye yang sesuai dengan generasi mereka. Maka kita gunakan media sosial, karena memang inilah media yang paling efektif yang kemudian digunakan oleh generasi muda saat ini,” kata Fakhruddin.

Strategi yang diterapkan adalah memberdayakan anak muda itu sendiri sebagai penyampai pesan. “Siapa yang paling cocok untuk menyampaikan itu, ya mereka sendiri. Karena mereka akan sekarang lebih bisa menerima masukan dari sesama mereka, dan tidak menggurui,” ucapnya.

Bank Syariah Sragen berkomitmen untuk menjadikan program ini berkelanjutan. “Ke depannya akan kami bina. Kita akan bikin ekosistem, kita bikin komunitas untuk kemudian nanti kita bina sehingga kita bisa mendapatkan manfaat atau bisa menggali potensi ekonomi digital di Sragen,” kata dia.

Potensi ekonomi digital di Indonesia yang menurut Google sudah mencapai nilai besar menjadi landasan program ini. Tujuannya adalah menyiapkan generasi muda untuk berkarir di dunia digital melalui platform seperti podcast, stand up, dan YouTube, tidak hanya sekadar live streaming.

Selain itu, para kreator konten ini juga disematkan sebagai Duta Puspa Gatra. Mereka akan menjadi ujung tombak sosialisasi program-program Puspa Gatra yang berkaitan dengan perlindungan anak dan kesejahteraan keluarga, seperti anti-bullying, pencegahan pernikahan dini, pencegahan pergaulan bebas, dan penyalahgunaan narkoba.

Program Puspa Gatra ini direncanakan akan memiliki tema konten selama satu tahun penuh yang disiapkan bersama Tim Penggerak PKK. “Ini adalah masalah-masalah yang sangat riil saat ini yang dihadapkan oleh generasi muda." MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....