DPRD Pertanyakan Rencana WFH-WFA ASN Pemkot Solo

  • 21 Okt 2025 10:05 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: DPRD menyoroti rencana kebijakan Wali Kota Solo, Respati Ardi yang menerapkan work from home (WFH) atau work from anywhere (WFA) bagi ASN mulai tahun depan. DPRD Solo lebih sepakat untuk efisiensi belanja dan juga mendongkrak pendapatan daerah daripada WFH-WFA.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Solo, Suharsono mengakui rencana pemangkasan anggaran TKD ke Solo oleh Kementerian Keuangan sebesar Rp 218 miliar berdampak cukup besar. Dari pemangkasan tersebut, Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah RAPBD 2026 menjadi defisit Rp 161 miliar.

"Pertama yang saya dapat informasi berkurangnya Rp 218 M ini mengakibatkan RAPBD kita yang mendasarkan pada kesepakatan KUA-PPAS APBD 2026 menjadi defisit sekitar Rp 161 Miliar," ktanya kepada RRI, Selasa (21/10/2025).

Lantas Politikus PDI-P itu mengatakan, Wali Kota Solo Respati Ardi berencana melakukan WFH-WFA kepada ASN non pelayanan. Dia berpendapat, daripada WFH-WFA, mending Pemkot Solo melakukan efisiensi belanja dan menaikan target pendapatan.

"Untuk menutup defisit Rp 161 Miliar ini menurut saya ada 2 langkah strategis yang harus dilakukan bersama antara DPRD dan Pemerintah Kota, TAPD dan Banggar. Yaitu efisiensi belanja dan menaikan target pendapatan," katanya membeberkan.

Ia merinci, jenis belanja yang bisa dilakukan efisiensi yakni mengenai rapat hotel, belanja makan minum hingga BBM mobil dinas. Serta belanja lainnya yang tidak berorientasi pada kepentingan rakyat, semua harus diefisiensi.

"Jenis Belanja yang bisa di efisiensi diantaranya adalah biaya rapat-rapat kegiatan dan rapat di hotel harus ditiadakan, diganti di gedung gedung milik pemerintah, belanja makan minum, pemeliharaan, BBM," katanya menegaskan.

Sedangkan PAD Solo targetnya harus dinaikan terutama dari Pajak PJU, Pajak Resto, dan juga di retribusi. "Seperti retribusi parkir," ucap Harsono.

Menurutnya, kebijakan WFH-WFA belum ada korelasi yang jelas dengan efisiensi anggaran. Lanjut Suharsono, Wali Kota seharusnya fokus pada efisien belanja yang tidak mengganggu pelayanan.

"Saya belum melihat apakah ada korelasi antara Work From Anywhere dan efisiensi anggaran, kalau toh ada mungkin nanti bisa dijelaskan di Badan Anggaran. Menurut saya Mas Wali harus fokus pada efisiensi belanja tapi pelayanan ke masyarakat tidak terganggu, dan genjot PAD, naikan target disektor pendapatan yang memang potensi untuk dinaikan seperti saya sebutkan diatas, dibanding rencana WFH," kata dia menjelaskan.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memangkas dana Transfer ke Daerah (TKD) kota Solo sebesar Rp 218 miliar. Karena itu, Wali Kota Solo, Respati Ardi, berusaha irit anggaran salah satunya dengan menerapkan WFH-WFA sepekan sekali.

Respati mengatakan, telah mengumpulkan para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pemangkasan tersebut. Ia sendiri juga mengajak untuk berinovasi dalam penghematan.

"Kita akan coba pastikan untuk pengefisienan di Kota Solo yang kepegawaian tidak berhubungan dengan pelayanan publik, kita seminggu sekali akan WFH-kan. Jadi makan minum, listrik, transportasi kita efisienkan 30 persen, ketika biasanya makanan snack tiga kali, ini cuma sekali, air mineral bawa tumbler, ya kita mulai frugal living untuk Pemkot Solo," katanya ditemui di Srikayu, Banjarsari, Kamis (15/10/2025).

Menurutnya, WFH hanya akan berlaku untuk pegawai di Sekretariat. Sedangkan yang bersinggungan dengan masyarakat tetap bekerja seperti biasa.

"Itu untuk OPD yang bisa digilir yang tidak berhubungan dengan layanan masyarakat, Puskesmas, Satpol, pendidikan itu tidak boleh. Tapi hal-hal berkaitan kesekretariatan bisa rapat-rapat, zoom-zoom ya kita work from anywhere itu langkah bisa menghemat untuk langkah yang tidak perlu," ucapnya. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....