Pencarian Korban Tenggelam di WKO Sragen Terkendala Ini
- 19 Okt 2025 14:00 WIB
- Surakarta
KBRN,Sragen: Lebih dari 120 personel gabungan dilibatkan untuk mencari korban Dwi Fathan Khasani (24) yang tenggelam di Waduk Kedung Ombo (WKO). Pencarian dilakukan dengan metode diving atau penyelaman.
Tri Puji Sugiarto Koordinator Pencarian dan Pertolongan Basarnas POS SAR Surakarta mengatakan tim mulai melakukan pencarian sekitar pukul 07.00 WIB. Sampai siang ini survivor belum ditemukan. Salah satu kendala pencarian korban ini luasnya area dan juga kedalaman waduk antara 30-35 meter.
"Untuk hasil saat ini masih nihil. Kendala terbesar kita ini posisi kedalaman 30-35 meter, terus luasnya area, perubahan cuaca geografis cukup signifikan dan anginnya juga lumayan besar," kata Tri Puji Sugiarto saat dikonfirmasi, Minggu (19/10/2025).
Baca juga: Perahu Bocor Nelayan Tenggelam di WKO Sragen
Untuk metode pencarian menggunakan penyelaman melibatkan dua tim dengan sistem tandem (bersama-sama). Menurut Tri Puji ada lima tim yang melakukan penyelaman. Sebelum penyelaman dilakukan asesmen dan observasi terlebih dahulu.
"Sesi pertama SRU satu dan dua itu melakukan asesmen dulu. Karena semalam itu belum bisa melakukan asesmen karena cuaca hujan dan penerangan terbatas, jadi kita tidak berani ambil risiko. Baru tadi pagi kita asesmen di titik datum (lokasi korban tenggelam) dan sudah dikasih tanda untuk titik datum utama," katanya menjelaskan.
Setelah melakukan asesmen kemudian disepakati untuk melakukan pencarian dengan penyelaman. Sekira pukul 09.50 WIB tim penyelam sudah melakukan pencarian di dasar waduk.
Hasil asesmen kemudian dievaluasi dan kesepakatan teman-teman yang observasi untuk dilakukan penyelaman. Kita mulai 09.50 WIB melakukan penyelaman dan hasil masih nihil," ujar dia.
Sebagai informasi seorang nelayan Dwi Fathan Khasani (24), Warga Dukuh Plompong RT 04, Desa Pompong, Kecamatan Sirampok, Kabupaten Brebes yang sudah menetap di Sragen dilaporkan tenggelam di WKO Sabtu petang pukul 18.30 WIB. Lokasi kejadian di wilayah Dukuh Jurang Gandol, Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, saat itu kondisi hujan deras.
Sekitar 18.15 WIB Dwi Fathan Khasani menyeberang sendirian dengan perahu dari Dermaga Ngasinan menuju keramba. Namun nahas perahu yang digunakan korban mengalami masalah di tengah perairan.
Tri Puji mengatakan, korban menggunakan perahu kayu dengan dilengkapi mesin. Saat di tengah-tengah perairan mesinnya mati. Korban sempat akan mengambil dayung di bagian depan tetapi perahunya patah dan korban jatuh ke air.
"Korban berusaha menyelamatkan diri dengan berenang tapi tidak kuat. Sempat minta tolong, dan menurut saksi saat dilakukan upaya pertolongan korban sudah tenggelam. Posisinya hujan deras," katanya membeberkan. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....