Cabuk Rambak Solo, Cita Rasa Langka yang Bertahan
- 19 Okt 2025 10:05 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Di tengah maraknya kuliner modern, jajanan tradisional khas Kota Solo bernama Cabuk Rambak masih memiliki penggemar setia meski penjualnya semakin langka.
Dari pantauan rri.co.id di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Gede, Singosaren, dan Pasar Jongke, kini tak lebih dari tiga orang yang masih setia menjajakan makanan sederhana berbahan dasar ketupat, sambel wijen, dan pelengkap karak atau kerupuk dari beras ini.
Salah satu penjual di Pasar Jongke, Suryantini, warga Kwarasan Baki, menuturkan sedikitnya penjual Cabuk Rambak disebabkan proses pembuatannya yang rumit dan membutuhkan kesabaran.
“Membuat sambel cabuk itu tidak mudah, butuh waktu dan ketelatenan,” ujarnya, Sabtu (18/10/2025).
Kemahiran Suryantini meracik sambel cabuk diwariskan dari mertuanya. Resep turun-temurun itu membuatnya mampu bertahan berjualan lebih dari sepuluh tahun. Ia menjelaskan, proses pembuatan sambel cabuk dimulai dengan menyangrai kelapa, wijen, dan kemiri tanpa minyak. Setelah itu, bahan-bahan tersebut dihaluskan bersama bawang, gula jawa, cabai, serta daun jeruk purut selama hampir dua jam hingga menghasilkan cita rasa gurih khas.
Jajanan tradisional yang kini mulai jarang ditemukan itu justru menjadi buruan para pemudik saat musim liburan maupun Lebaran. Tak hanya warga Solo, pembeli juga datang dari daerah sekitar seperti Klaten, Boyolali, dan Sragen yang sengaja berburu Cabuk Rambak saat berkunjung ke Kota Bengawan.
Salah satunya Akmaliza, warga Boyolali, yang mengaku selalu menyempatkan membeli jajanan tersebut setiap kali ke Pasar Jongke.
“Setiap setor dagangan ke Solo, saya pasti beli Cabuk Rambak. Di Boyolali sudah tidak ada yang jual,” tuturnya.
Menariknya, banyak pembeli yang kini memilih membeli sambel cabuknya saja karena bisa bertahan hingga satu minggu bila disimpan di kulkas. Untuk satu porsi lengkap berisi ketupat, sambel cabuk, dan selembar karak, harga yang ditawarkan cukup terjangkau, yakni mulai Rp5.000 per pincuk.
Meski semakin langka, Cabuk Rambak tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan kuliner tradisional Kota Solo sederhana, penuh cita rasa, dan sarat nostalgia. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....