Syukuran Panen Raya, Warga Gabus Gelar Tradisi Jembulan
- 23 Agt 2025 09:47 WIB
- Surakarta
KBRN, Sragen: Warga Dukuh Gabus Wetan, Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen melaksanakan bersih dusun dan kirab budaya. Tradisi tahunan bernama Jembulan ini digelar sudah puluhan tahun silam dan diselenggarakan setelah panen raya.
Kirab budaya diwarnai dua gunungan hasil bumi diarak keliling dusun. Rombongan kirab itu dipimpin sesepuh dusun, disusul pembawa pusaka, gunungan dan ibu-ibu berpakaian adat yang membawa hasil bumi.
Dua gunungan itu dibawa oleh warga dengan cara dibopong. Mereka berkeliling dusun dengan melewati tiga punden yakni Punden Pandean, Punden Sentana dsn Punden Jegong sejauh tiga kilometer.
Kegiatan bersih dusun dipusatkan di Punden Pandean, mereka menyebutnya dengan tradisi Jembulan. Jembulan adalah dua batang pohon pisang ditancapi makanan dan sejumlah uang.
Setelah didoakan sesepuh desa, dua Jembulan itu diperebutkan oleh warga. Warga meyakini mendapatkan berkah dari tradisi Jembulan itu.
Salah satu warga yang turut berebut ialah Setyo Suparmin. Ia mengaku juga membuat jembulan itu bersama warga lainnya selama tiga hari.
"Iya tadi ikut berebut, makanannya bisa buat anak-anak. Ini perebutan jembulan paling ramai karena pesertanya banyak," ucap Setyo, Jumat (23/8/2025).
Sementara itu, Ketua Panitia Bersih Dusun, Riko Mahananda mengatakan tradisi bersih dusun atau jembulan itu sudah menjadi tradisi tahunan, namun untuk kirab baru tahun ini.
Untuk tradisi jembulan, ia mengatakan diselenggarakan setiap usai panen sebagai simbol rasa syukur hasil panen yang melimpah, memupuk rasa gotong royong, sama kerukunan antar warga.
"Jembulan ini simbol kerukunan warga, jadi setiap warga memberikan makanan untuk dikumpulkan dan kita rebutkan bersama-sama," katanya.
Terkait melewati tiga Punden, Riko mengatakan hal ini merupakan simbol prosesi budaya. Pada zaman dahulu, orang-orang nikah harus keliling punden.
"Makanya kita lestarikan, supaya budaya ini tidak menghilang. Jadi itu adalah simbol prosesi budaya, antara pengantin pria dan pengantin wanita itu biar bisa rukun," ujar dia.
Selain menggelar bersih dusun, warga terlebih dahulu menggelar kirab nyadran. Kegiatan ditutup dengan pagelaran wayang di lapangan desa. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....