UIN-Surakarta Sepakati Sister University, Ini Yang Disampaikan Rektor

  • 12 Agt 2025 20:05 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta : Rektor Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) memimpin rombongan untuk hadir secara langsung di Bandung dengan didampingi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum Keuangan dan Perencanaan, para Ketua lembaga, dan pejabat struktural juga fungsional.

Kehadiran Rektor dan rombongan di Bandung adalah dalam rangka penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) antara UIN Surakarta dan kampus PTKIN di Bandung.

MoU dilakukan mengawali penyelenggaraan kegiatan Pelatihan Manajemen Tata Kelola BLU Berbasis Digital.

MoU yang ditandatangi adalah kesepahaman untuk kerjasama yang semakin kuat melalui skema sister university di mana kedua kampus sepakat dalam menjalani kerjasama bukan hanya dalam bidang tertentu saja, akan tetapi juga di semua bidang yang memungkinkan untuk dikerjasamakan.

Konsep sister university adalah kerjasama resmi antara dua universitas setara yang bersifat akademis maupun non akademis. Dalam beberapa hal, hubungan antar kampus yang sepakat menjalin sister university ditandai dengan adanya kesamaan dan saling dukung diantara keduanya. Secara nyata, kerjasama ini mengacu pada kerjasama yang saling menguntungkan di antara keduanya tanpa menyalahi aturan-aturan baku dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan tinggi.

Setelah menandatangani berkas kerjasamanya, Rektor UIN Surakarta Prof. Toto Suharto menyampaikan beberapa hal.

"Terimakasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi dan mengijinkan kita untuk melakukan sister university kali ini" ujar Rektor saat mengawali sambutannya, Senin (11/08/2025).

Menurutnya ada beberapa hal yang mendasari adanya kerjasama yakni kedua kampus ini memiliki nama besar sebagai tokoh yang memperjuangkan anti penjajahan. Kemudian kedua kampus menggunakan nama besar tokoh yang anti penjajahan oleh bangsa asing.

“Berikutnya, kedua kampus adalah sesama kampus yang memiliki nilai ke-Islam-an dalam penyelenggaraan pendidikannya. Kedua kampus memiliki nilai strategis di wilayah yang menjadi monitoring penyebaran agama Islam, Bagaimanapun juga Surakarta menjadi salah satu monitoring penyebaran agama Islam di Jawa Tengah, sedangkan Bandung adalah salah satu monitoring penyebaran agama Islam di Jawa Barat." kata dia.

Lebih jauh, Prof. Toto juga memberikan alasan utama yang mendasari kerjasama ini yaitu UIN Surakarta ingin belajar lebih banyak lagi terkait dengan statusnya sebagai lembaga BLU (Badan Layanan Umum).

"Sebagai kampus yang baru akan merayakan kelahirannya ke-33, UIN Surakarta harus lebih bersemangat lagi untuk belajar ke semua pihak" tandasnya.

Kepada seluruh civitas kampus UIN Surakarta, Reketir UIN juga mengajak untuk bisa memaksimalkan lagi seluruh potensi yang dimiliki. (Edwi/Rill)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....