Gelar Demo, Anggota BMT Dinar Mulia Karanganyar Tuntut Pencairan Simpanan
- 05 Mei 2025 12:55 WIB
- Surakarta
KBRN, Karanganyar: Puluhan nasabah BMT Dinar Mulia Karanganyar melakukan aksi demo di kantor BMT setempat, yang bertempat di Kelurahan Cangakan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Senin (5/5/2025). Mereka menuntut agar pengurus BMT Dinar Mulia memberikan kepastian terkait pencairan dana miliki nasabah yang kini sulit dilakukan.
Pantauan RRI, puluhan peserta aksi demo tiba di halaman kantor BMT Dinar Mulia sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka tiba dengan membawa poster bertuliskan tuntutan dan keluhan untuk pengurus BMT Dinar Mulia.
Bahkan, peserta aksi demo tersebut, sempat masuk ke dalam kantor BMT sembari meneriakan nama pemilik BMT Dinar Mulia untuk bertanggungjawab terkait tuntutan nasabah. Sayangnya, situasi kantor BMT Dinar Mulia dalam kondisi sepi, saat peserta demo tiba di lokasi.
Salah satu anggota BMT Dinar Mulia, Saifudin di sela aksi mengatakan, aksi ini digelar untuk mengawal tuntutan anggota agar segera mendapat kejelasan. Pasalnya, terdapat 8.000 anggota BTM Dinar Mulia yang mengalami hal yang sama.
Bahkan, berdasarkan hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun 2023, jumlah simpanan anggota di BTM Dinar Mulia sudah mencapai 32 miliar rupiah. Namun, saat ini, dana tersebut tidak memiliki kejelasan pasti bahkan sulit untuk dicairkan oleh anggota.
"Janjinya itu di hold selama 2 tahun, tapi kan di situ tidak ada kepastian secara hukum, ada enggak sertifikatnya, transparansi uang 32 miliar itu uang anggota, itu ke mana saja enggak tahu. Alasannya ketipu, 2 miliar, 3 miliar nah masalahnya ketipunya ini secara beruntun di Tahun 2022, 2023, 2024 sebodoh-bodohnya orang itu pasti pakai logika," ucapnya.
Menurut Saefudin, ketidakjelasan simpanan anggota itu mulai terjadi sejak tahun 2024 lalu, pengurus BMT sudah tidak melakukan RAT hingga menimbulkan kekhawatiran nasabah. Sayangnya, saat meminta kejelasan, pihak pengurus menyerahkan kepada pengacara yang dinilai tidak memberikan solusi namun malah menakut-nakuti nasabah.
"Masalahnya di tahun 2024, nah ini nggak ada sampai bulan Mei, harusnya di bulan 3 itu sudah melakukan rat malah justru dibendung sama advokat, nah advokat tidak bisa menyelesaikan masalah gitu yang ada mereka menakut-nakuti untuk para anggota ini," katanya.
Maka, Saifudin mengatakan, selain menggelar aksi demo ini, sejumlah anggota BMT Dinar Mulia juga telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan pemilik BMT ke pihak kepolisian. Laporan tersebut, dilayangkan anggota BMT pada Desember 2024 lalu.
"Ketua pengurus BMT Dinar Mulia, itu belum juga pernah sekalipun menemui anggota nasabah untuk penyelesaian perkara ini, jadi dari sana tidak ada itikat baik, istilahnya untuk, menyelesaikan persoalaan ini, sehingga kemarin kita melaporkan ke ranah hukum," ujarnya.
Sementara itu, anggota BMT Dinar Mulia lainnya, Sumarmi mengatakan, kesulitan pencairan dana simpanan anggota mulai dirasakan sejak bulan September 2024 lalu.
Padahal, dana simpanan tersebut disimpan untuk pembayaran sekolah anaknya yang masih di bangku SMK.
"Rencana uang untuk bayar sekolah anak, angkatan kemarin itu, masuk SMK, sampek sekarang. Saya pekerjaan ibu rumah tangga, nabung dari penghasilan di lumpuke itu, suaminya buruh. Dilumpuke 1 bulan 500 itu banyak lho," katanya.
Sumarmi mengaku, jumlah Dana simpanan yang ia miliki di BMT Dinar Mulia senilai 111 juta rupiah yang terdiri dari tabungan senilai 11 juta dan simpanan berjangka sebanyak 100 juta rupiah.
"Ya semoga cepat cair bisa untuk yang lain," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....