Ratusan KK di Surakarta Terdampak Luapan Bengawan Solo
- 25 Feb 2025 08:09 WIB
- Surakarta
KBRN,Surakarta: Hujan deras yang terjadi pada Senin (24/2/2025) sore menyebabkan seratusan rumah di Kota Solo tergenang air. Genangan terjadi akibat luapan sungai Bengawan Solo dan beberapa anak sungainya.
Informasi yang dihimpun, genangan air terjadi di Kecamatan Jebres dan Pasarkliwon. Di Kecamatan Jebres genangan di Kelurahan Kentingan tepatnya di RT 02 RW 36 ada 6 rumah 9 KK. Lantas di RT 5 RW 36 ada 21 rumah 21 KK
Kemudian di Kelurahan Sewu terjadi di RT 1 RW 1 ada 9 KK atau 26 jiwa. Sedangkan di RT 01 RW 02 terdapat 8 KK atau 19 jiwa dan RT 8 RW 2 ada 4 KK atau 8 jiwa.
Genangan cukup parah di wilayah Kecamatan Pasarkliwon utamanya di Kelurahan Sangkrah. Yakni RT 04 RW 05 ada 10 rumah 10 KK atau 45 jiwa. Kemudian di RT 04 RW 12 ada 13 rumah 26 KK 107 Jiwa.
Lalu di RT 5 RW 11 ada 13 rumah 28 KK atau 110 jiwa. Serta di RT 5 RW 13 ada 10 rumah 13 KK.
Sedangkan Kelurahan Mojo Kecamatan Pasarkliwon genangan terjadi di RT 4 dan 8 RW 03. Sebanyak 35 rumah terdampak genangan atau 35 KK
Camat Pasarkliwon Achmad Khoironi mengatakan banjir di Kelurahan Sangkrah itu lokasinya di tepi Bengawan Solo. Meliputi RW 11, 12 dan 13 bantaran Bengawan.
"Itu lokasinya memang di bantaran, di luar parapat ada 47 rumah. Dulu sudah diganti rugi sama BBWSBS tapi mereka kembali lagi," kata Roni sapaan akrabnya, Selasa (25/2).
Menurutnya warga terdampak luapan Bengawan Solo hanya mengungsi di sekitar tanggul. Di lokasi tersebut telah dibuatkan tenda untuk tempat singgah sementara.
"Tadi malam langsung mencari lokasi aman di tanggul itu dibuatkan tenda. Terus tadi pagi Bu Wakil Walikota juga sudah meninjau lokasi sudah ada penanganan dari BPBD," ucap Roni.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Solo Nico Agus Putranto mengatakan, banjir yang terjadi disebabkan hujan deras di area Solo Raya dengan durasi Lama. Ini mengakibatkan Bengawan Solo mengalami peningkatan level air yang cukup cepat dan masuk ke pemukiman warga.
"Pukul 01.00 air masuk di rumah warga di beberapa titik lokasi dan sebagian warga mengungsi di tenda di atas tanggul," ucap Nico dalam laporan resminya.
Disampaikan Nico hingga kini Tim TRC BPBD dan Relawan masih dalam proses assessment dan evakuasi. Pihaknya meminta masyarakat di kawasan rawan bencana untuk lebih waspada terhadap bencana banjir. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....