DPRD Sragen Soroti Kualitas Lapangan Basket GOR Diponegoro Sragen
- 17 Feb 2025 09:38 WIB
- Surakarta
KBRN,Sragen: Anggota DPRD Sragen mengecek lapangan basket di GOR Diponegoro Sragen. Kualitas bangunan dan lapangan menjadi sorotan wakil rakyat.
Anggota DPRD Sragen, Alex Fitroh Hadi Purnomo menilai kualitas bangunan tersebut tidak memenuhi standar dan berpotensi membahayakan. Ini diketahui saat mengecek kondisi bangunan.
"Menurut saya, spesifikasinya kurang. Bahan yang digunakan terlalu tipis. Standar yang dipakai untuk basket itu kurang memadai. Masak tali rafia digunakan, Ini tidak sesuai dengan dana yang dikeluarkan," katanya Minggu (16/2/2025).
Alex juga menyoroti penggunaan atap yang dinilai tidak tahan lama. Ia khawatir, jika tidak segera diperbaiki, akan ada kerusakan yang lebih parah dan membutuhkan dana tambahan.
"Penutup-penutup (atap) itu bisa diganti dengan yang lebih tahan lama, jangan asal-asalan, Kalau asal-asalan, nanti setelah perawatan akan rusak dan butuh dana lagi. Saya sarankan pengembang segera memperbaiki agar semuanya nyaman," kata Alex, melanjutkan.
Dia juga menyoroti struktur besi yang dianggap tidak sampai bawah. Pihaknya khawatir jika ada bagian bangunan yang pecah dan jatuh, akan membahayakan orang yang berada di bawahnya.
"Saya takutnya nanti di atas pecah. Kalau namanya bangunan jatuh menimpa orang bagaimana, pengembang kan tidak mau tanggung jawab, pasti akan menyalahkan alam," ungkapnya.
Dia berharap pengembang segera memperbaiki kualitas bangunan venue basket tersebut agar sesuai dengan dana yang telah dikeluarkan. Ia juga meminta agar semua pihak terkait lebih memperhatikan keselamatan dan kenyamanan para pengguna hanggar. "Yang penting sesuai dengan dana yang besar," ucap dia
Sementara terkait biaya pembangunan hanggar basket GOR Diponegoro Sragen menelan anggaran Rp 4,7 Miliar. Hal itu disampaikan Kabid Olahraga Disparpora Supriyadi. "Anggarannya sekitar Rp 4,7 miliaran. Ukurannya 30x22 meter," ungkap Supriyadi.
Supriyadi juga menjelaskan bahwa venue tersebut disewakan dengan tarif Rp 75 ribu per jam sesuai dengan Perda yang berlaku. Dana hasil sewa akan masuk ke kas Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dia mengatakan bahwa proyek pembangunan hanggar basket ini telah selesai dan diserahterimakan pada tanggal 12 November 2024. Saat ini, venue tersebut sudah digunakan oleh beberapa klub, termasuk 8 klub dari Perbasi dan untuk seleksi Popda.
Supriyadi juga menambahkan bahwa masa pemeliharaan venue basket ini selama 6 bulan, yaitu hingga bulan Mei. Selama masa pemeliharaan, segala kerusakan akan menjadi tanggung jawab pengembang.
"Masa pemeliharaan 6 bulan, sampai bulan Mei. Kalau ada kerusakan, kita panggil pengembang. Masih ada tanggungan 5 persen," ucapnya.
Terkait dengan keluhan adanya bagian bangunan, Supriyadi mengatakan akan segera memanggil pihak pengembang untuk melakukan perbaikan. "Kalau ada yang mletek-mletek (retak) nanti kita panggil pengembang. Karena teknisnya mereka yang tahu," katanya. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....