Pagelaran Wayang Kulit ‘Srikandhi’ Perayaan 5 Tahun Wanito’Mbok
- 06 Feb 2025 22:47 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Malam yang syahdu di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) berubah menjadi saksi kemegahan seni wayang kulit dalam perayaan ulang tahun kelima Paguyuban Wanito’Mbok, Kamis (6/2/2025) malam. Dengan lakon Srikandhi, pagelaran ini menjadi bukti kuatnya peran perempuan dalam melestarikan seni dan budaya Jawa.
Empat dalang perempuan yang memandu pertunjukan, yakni Ni Mustika Madu Lestari, Nyi Wulan Sri Panjang Mas, Nyi Nia Dwi Raharjo, dan Nyi Elisha Orcarus Allasso, menghadirkan pertunjukan yang memukau. Mereka tak hanya menunjukkan kepiawaian dalam mendalang, tetapi juga membuktikan bahwa seni wayang kulit dapat menjadi wadah ekspresi bagi kaum perempuan.
Paguyuban Wanito’Mbok merupakan komunitas perempuan yang aktif dalam dunia seni dan budaya. Selama lima tahun terakhir, mereka terus menunjukkan dedikasi dalam menjaga keberlangsungan seni tradisional, termasuk wayang kulit dan karawitan.
Kepala Taman Budaya Jawa Tengah, Suratno, dalam sambutannya mengapresiasi kiprah Wanito’Mbok dan menyatakan bahwa peran perempuan dalam seni pertunjukan patut dibanggakan.
"Kita patut berbangga dan bersyukur bahwa di antara kita ada para Srikandi yang menjadi gawang pelestarian seni dan budaya. Dalangnya ada empat, semuanya perempuan, tentu sangat menarik. Malam ini juga akan ada bintang tamu yang akan menambah semarak acara," ujar Suratno.
TBJT sendiri telah menjadi rumah bagi beragam pagelaran seni, termasuk wayang kulit yang rutin diselenggarakan setiap malam Jumat Kliwon. "Dalam setahun, setidaknya ada 11 pertunjukan, dengan komposisi sembilan kali wayang kulit, dua kali wayang golek, dan satu kali wayang orang," katanya.
Lakon Srikandhi yang dipilih dalam pagelaran ini memiliki makna mendalam. Srikandhi dikenal sebagai tokoh perempuan tangguh dalam dunia pewayangan, yang tidak hanya berparas cantik tetapi juga cakap dalam berperang. Kisahnya seolah merepresentasikan semangat Wanito’Mbok dalam menghidupkan seni tradisi.
Dengan alunan gamelan yang khas dan penampilan para dalang perempuan, suasana TBJT malam itu benar-benar syahdu. Sorot lampu menyoroti kelir, menghadirkan bayangan tokoh pewayangan yang menari seirama dengan iringan musik gamelan. (Ase)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....