Kronologi Kecelakaan KA Sancaka Vs Truk di Sragen
- 10 Jan 2025 13:17 WIB
- Surakarta
KBRN, Sragen: Kecelakaan melibatkan truk dan Kereta Api (KA) Sancaka terjadi di perlintasan Sebidang Nguwer, Sragen, Jumat (10/1/2025) dini hari. Polisi menyebut truk tersebut sempat mogok di tengah perlintasan sebelum dihajar KA Sancaka jurusan Surabaya-Yogyakarta.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sragen Iptu Nur Arifin mengaku masih melakukan penyelidikan dari penyebab kecelakaan yang menyebabkan dua orang terluka itu.
"Untuk penyebabnya masih kita selidiki. Ini kecelakaan jam 01.00 WIB, KA jurusan Surabaya-Jogja KA Sancaka," ucap dia di lokasi kecelakaan, Jumat (10/1/2025).
Baca juga: Tabrakan KA Sancaka vs Truk di Sragen Sebabkan 5 Perjalanan KA Terganggu
Pihaknya menyebut bahwa truk ekspedisi yang melintas di perlintasan sebidang Nguwer, Sragen berjalan dari utara ke selatan dan mogok hingga tertabrak lokomotif KA Sancaka.
"Truk dari arah utara ke selatan sampai di TKP mungkin mogok dan palang masih terbuka. Karena jarak terlalu dekat akhirnya kereta membentur truk tersebut," katanya menjelaskan.
Akibat benturan keras itu truk bernomor polisi AD 9681 RF itu terseret lebih dari 100 meter. Bahkan bangkai truk rusak berat ringsek di beberapa bagian.
"Untuk korban satu di RSUD Sragen dan yang satu penumpang selamat. Untuk truk ini sampai terseret KA sampai 300 meter tadi sempat terjadi hambatan KA sekitar sat jam," ucap Iptu Nur Arifin, menjelaskan.
Truk ekspedisi tersebut membawa muatan jagung, dan juga sepeda motor di dalamnya.
"Kalau muatan berbagai macam karena ekspedisi ya. Untuk olah TKP nanti bareng-bareng sama INAFIS dan Reskrim," katanya.
Iptu Nur Arifin mengimbau kepada masyarakat, apabila melintasi perlintasan kereta api selalu waspada. Tetap menengok kanan kiri meskipun palang perlintasan tetap terbuka.
"Tengok kanan kiri dan selalu hati hati," ucapnya.
Sementara itu informasi truk terseret sekitar 200 meter dari palang pintu perlintasan. Selain itu kondisinya remuk dan terguling, lantas berbagai muatan seperti pakan, kandang burung hingga sepeda motor berserakan di tepi rel kereta.
Warga sekitar pun banyak yang mendatangi Lokasi. Termasuk dari Polisi, TNI dan Polsuska. Hingga pukul 10.00, truk masih belum dievakuasi.
Menurut beberapa warga, truk tersebut melintas dari utara ke selatan, namun pada saat yang sama ada kereta meluncur dari timur ke barat. Sebenarnya palang pintu perlintasan tidak rusak, namun truk itu lewat saat belum ada sinyal kereta mogok di tengah perlintasan.
"Kernet sempat menghindar sehingga hanya mengalami luka ringan. Sedangkan sopir truk kondisinya cukup parah," ucap Nur Arifin.
Kepala Desa (Kades) Gebang, Jumanto mendapatkan sejumlah laporan dari warga bahwa kondisi pintu perlintasan normal. Demikian juga petugas penjaga siaga, namun truk tidak mampu melewati rel tersebut.
”Infonya ketika di tengah, truknya keangkat karena beban muatan, bahkan saat dekat dengan kereta, sopirnya belum turun dari truk,” katanya, menjelaskan.
Dia menyampaikan terkait kejadian di perlintasan kereta itu sudah yang kedua kalinya. Sebelumnya juga ada truk muatan berambut/sekam, hanya saja kejadian sudah cukup lama.
”Kalau di lokasi yang sama, seingat saya dua kali ini. Yang pertama sudah sangat lama, sebelum jadi kepala desa, kalau di perlintasan sebidang dengan jalur rel yang sama ada beberapa kejadian,” ujar dia. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....