Dampak Perubahan Operasional BST, 150 Karyawan Dirumahkan
- 08 Jan 2025 18:56 WIB
- Surakarta
KBRN,Surakarta: Perubahan jam operasional armada bus Batik Solo Trans (BST) berdampak terhadap pengurangan karyawan. PT Bengawan Solo Trans selaku operator BST terpaksa harus menghentikan lebih dari 100 karyawan.
Manager Operasional BST Muhammad Riza Nursyirwan mengatakan pihaknya harus melakukan pengurangan karyawan. Ini dilakukan seiring berkembangnya jam operasional BST di beberapa koridor dari pukul 05.00-21.00 menjadi 05.00-18.00 WIB.
“Dampak ya ada pasti, mulai dari pegawai kita harus melakukan pengurangan pegawai. Kemudian dari, dampak ke karyawan kita ada pengurangan karyawan,” katanya saat dikonfirmasi wartawan Rabu (8/1/2025).
Riza mengatakan ada 150 karyawan yang tidak diperpanjang kontraknya di 2025. Ia mengakui ini dampak dari pengurangan armada yang beroperasi dan penyesuaian waktu perjalanan (time table).
“Ada 150-an karyawan yang tidak diperpanjang kontrak.Ya terpaksa kami, tapi tidak bisa memperpanjang kontrak driver, ada beberapa yang kita kurangi,” katanya mengungkapkan.
Menurut dia, BST koridor 1 hingga 6 ada pengurangan armada. Kemudian khusus koridor 2 dari armada bus dirubah menjadi angkot atau feeder BST dengan 16 armada.
“Semuanya berkurang. Dari koridor satu, dulu ada armada 27 bis long medium, sekarang medium jumlahnya 15, cadangan 1 total 16 armada,” katanya menguraikan.
Sedangkan koridor 2, dulu ada 16 armada sekarang diganti menjadi angkot semua. Koridor 3 dulu 15 armada menjadi 12 armada karena sekarang menggunakan anggaran daerah (APBD).
“Koridor 4, dulu 16 armada sekarang 12 armada. Koridor 5 dulu 23 sekarang 15 (armada). Dulu total 26, cadangannya 3 dijalankan 23. Koridor 6 dulu 9 armada sekarang 8 armada,” ujar dia.
Riza juga mengatakan, selain berdampak pada karyawan, berkurangnya armada ini juga berpengaruh pada waktu tunggu. Dari sebelumnya hanya 10 menit kini bisa sampai 15 menit.
“Kemudian terkait dengan pelayanan dulu bus panjang besar sekarang medium itu juga pengaruh dari segi penumpang naik. (Pengurangan armada) Otomatis pengaruh di waktu tunggu dulu 10 menit sekarang 13 -15 menit,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Solo merubah jam operasional armada Batik Solo Trans (BST) per 1 Januari 2025. Perubahan jam operasional itu lantaran pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat untuk moda transportasi Teman Bus.
Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Solo Taufiq Muhammad menyampaikan ada beberapa perubahan jam operasional koridor BST. Selain itu ada yang jam operasionalnya dipangkas hanya sampai pukul 18.00 WIB.
Menurutnya, BST tetap beroperasi di 12 trayek pada tahun ini dari koridor 1,2,3,4,5 dan 6, begitu juga feeder juga masih sama sampai koridor 12. Hanya saja teknis di lapangan dilakukan penyesuaian dengan anggaran.
Taufiq mengatakan koridor 1, koridor 5, dan koridor 6 jam operasional masih tetap sama mulai pukul 05.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB, karena tiga koridor ini masih mendapatkan support subsidi dari Pemerintah Pusat.
Sedangkan koridor 3, dan koridor 4 jam operasionalnya mulai pukul 05.00 sampai pukul 18.00 WIB, karena koridor ini disubsidi Pemerintah Kota Solo.
Dikatakan Taufiq, jumlah armada yang beroperasi juga dikurangi dari 25 unit menjadi 16 unit, sehingga waktu antarbusnya berbeda, dari dulu 7 menit sekarang 12 menit. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....