Purple Bites, Inovasi Kekinian Ubi Ungu Mahasiswa UNS

  • 21 Des 2024 12:58 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Selama ini ubi ungu hanya dikenal sebagai makanan pengganti nasi yang kaya akan karbohidrat, bahkan variasi pemanfaatan camilan masih sangat terbatas.

Tetapi di tangan anak-anak muda mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, ubi ungu dicoba dengan berbagai inovasi kuliner yang tidak hanya lezat, tetapi juga kekinian agar lebih dikenal generasi muda.

Seorang mahasiswa Fakultas Pertanian UNS, Labibah Putri Alifah berbagi kisah tentang bagaimana ia dan timnya berhasil menciptakan Purple Bites, sebuah inovasi yang tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan petani ubi ungu.

“Sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian, kami paham betul bagaimana perjuangan petani dalam menjual ubi ungu yang melimpah. Namun, seringkali karena kurangnya inovasi, ubi ungu tidak terjual dengan baik,” ucap Labibah, Sabtu (21/12/2024).

Untuk itu, mereka mencari solusi dengan membuat produk yang bisa meningkatkan nilai jual ubi ungu. Purple Bites hadir dengan dua varian utama, kue kering dan es krim berbahan dasar ubi ungu yang dikemas dengan inovasi menarik.

Proses penciptaan produk ini, menurut Labibah, tidaklah mudah. Awalnya, Labibah bersama tim mencampurkan ubi ungu langsung dalam adonan, namun rasa yang dihasilkan tidak memuaskan. Setelah beberapa kali percobaan, mereka menemukan cara inovatif dengan menjadikan ubi ungu sebagai topping pada produk mereka.

“Kami melakukan sekitar lima kali percobaan untuk menemukan resep yang tepat. Sebelumnya beberapa adonan yang kita buat itu rasanya tidak enak apabila ubinya dicampur, sehingga kita melakukan inovasi ubinya dijadikan topping,” katanya.

Untuk kue kering, selain menggunakan ubi ungu, Labibah dan tim juga mengembangkan varian rasa seperti dark chocolate dan white chocolate. Inovasi ini dilakukan karena mereka menyadari tidak semua orang, terutama kalangan anak muda, menyukai rasa ubi ungu yang khas. Dengan tambahan cokelat, mereka berharap dapat menarik lebih banyak konsumen dari berbagai kalangan.

“Kalau misal kita cuman mengangkat ubi ungu, untuk kalangan anak muda mungkin kurang menyukai karena rasa ubi ungu sendiri itu cukup tidak disukai para anak muda. Sehingga kita melakukan inovasi seperti dark chocolate dan white chocolate,” kata Labibah.

Sementara untuk es krim, bahan utamanya adalah ubi ungu yang dipadukan dengan whip cream dan susu kental manis, menghasilkan rasa yang lembut dan nikmat.

“Kami ingin memberikan variasi rasa yang menyegarkan, sekaligus mengangkat potensi lokal,” ujar Labibah.

Tak hanya soal rasa, Purple Bites juga memperhatikan aspek kesehatan. Kue kering yang dibuat memiliki kandungan gula yang 75% lebih rendah dibandingkan dengan cookies lainnya. Hal ini menjadi angin segar bagi mereka yang memiliki kebutuhan diet rendah gula, termasuk penderita diabetes. Dengan begitu, Purple Bites bukan hanya memberikan kenikmatan, tetapi juga manfaat kesehatan yang lebih baik.

“Kue kering kita itu less sugar, dengan kandungan gula 75% lebih rendah daripada kue kering yang lain. Sehingga bagi konsumen yang diet gula seperti penderita diabetes dapat mengkonsumsi tanpa rasa khawatir, bahkan tetap menikmati kelezatan tanpa mengancam kesehatan,” ucapnya.

Inovasi ini merupakan bukti nyata bahwa dengan kreativitas, kita bisa mengubah tantangan menjadi peluang. Purple Bites tidak hanya mengangkat cita rasa lokal, tetapi juga memberikan dampak positif bagi petani dan masyarakat. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....