Kerusakan Bendungan Winong Sragen Menghambat Ketahanan Pangan Jadi Perhatian DPR RI
- 11 Des 2024 07:17 WIB
- Surakarta
KBRN, Sragen: Bendungan Winong di wilayah Kecamatan Gondang Sragen ambrol lantaran tergerus arus. Kondisi tersebut bakal mengancam ketahanan pangan dan swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.
Bendung yang dibangun tahun 1935 tersebut sudah lama mengalami kerusakan. Dampak ambrolnya bendungan yang berada di perbatasan Jawa Tengah Jawa Timur beberapa waktu lalu berdampak pada mampetnya irigasi pertanian di 3 Desa.
Situasi tersebut menjadi perhatian dari anggota DPR RI Komisi V Sriyanto Saputro. Pihaknya mencoba untuk komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan perbaikan kerusakan bendungan tersebut.
Sriyanto Saputro didamping Wakil Ketua Komisi III DPRD Sragen Joko Supriyanto meninjau kondisi bendungan yang rusak di Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Selasa (10/12/2024). Pada kesempatan itu juga hadir pejabat Dinas PU, Muspika Gondang dan para petani yang berpotensi terdampak.
Sriyanto Saputro menyampaikan dia cek di lokasi setelah mendapat kabar dari kadernya yang menginformasikan kondisi bendung Winong jebol.
”Saya cek sendiri dan kondisi memprihatinkan. Bendung ini dibangun 1935 dan menjadi kewenangan pemkab Sragen. Dengan kondisi ini mengairi sekitar 900 hektar,” ucap dia kepada awak media.
Jika kerusakan ini dibiarkan menurutnya bisa mengganggu program presiden yakni ketahanan pangan. Maka dari itu diprioritaskan untuk mendapatkan perbaikan. Ditargetkan 2028 bisa terealisasi, bahkan jika lebih cepat akan lebih baik.
”Kebetulan saya di komisi V DPR RI. Kalau anggaran estimasi perbaikan Rp 8,5 miliar sebuah angka yang besar. Kita akan koordinasi dengan Kementerian PU. Saya koordinasi kesana khususnya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), perlu ada intervensi dari pusat,” katanya menjelaskan.
Sriyanto menjelaskan ada 3 desa yang khawatir dengan bencana ini. Diantaranya Brumbung, Glonggong dan Gondang. Lantas dia mendesak Pemkab Sragen mengajukan proposal ke Pemerintah Pusat.
”Karena dapil saya, coba saya fasilitasi, mudah-mudahan 2025 anggaranya bisa terkejar. Semoga belum ada SK dari Menteri PU untuk program-program. Dinas PU juga harus bekerja cepat,” ucap dia. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....