APBD Terbatas, Dispangtan Surakarta Tetap Mampu Gelar GPM
- 22 Nov 2024 08:56 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Meskipun dikatakan memiliki keterbatasan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta, masih mampu menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) tingkat Kota di Pendhapi Gede, Balikota pada Kamis (21/11/2024).
Gerakan Pangan Murah ini juga mendapatkan apresiai dari Sekretaris Daerah (Sekda) Budi Murtono yang secara langsung membuka acara ini. Dirinya juga menjelaskan bahwa kehadiran GPM bersumber dari dana Insentif Fiskal.
"Ditengah keterbatasan APBD tapi ternyata masih bisa melaksanakan kegiatan ini, karena kegiatan ini didukung pendanaan dari dana Insentif Fiskal. Jadi memang dana Insentif Fiskal ini salah satu penggunaannya untuk bagaimana kita mengatasi inflasi di daerah dan menjaga stabilitas ekonomi di Kota Solo," kata Budi Murtono.
Lebih lanjut Budi Murtono berharap acara GPM ini bisa memiliki dampak luas untuk masyarakat di Kota Surakarta dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan. Apalagi di Kota Surakarta juga terbatas dalam pertanian.
"Kegiatan ini tidak hanya berdampak kecil tapi benar-benar mempunyai dampak luas dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan. Karena kota Surakarta juga memiliki keterbatasan lahan pertanian," katanya menambahkan.
Sementara itu, Kepala Dispangtan Eko Nugroho Isbandijarso mengatakan bahwa GPM di Balaikota ini menjadi yang keenam sudah diadakan Pemerintah Kota Surakarta dari target yang ditentukan yakni 12. Dirinya berharap kegiatan ini juga bisa meningkatkan daya beli masyarakat.
"Gerakan Pangan Murah sudah yang keenam dari rencana 12 kali. Sebelumnya ada di Kecamatan secara bergantian, nanti juga ada dibeberapa tempat lain, di taman Jayawijaya dan Kantor dinas. Beberapa komoditas bahan pokok kan mengalami kenaikan, sehingga dengan adanya pasar murah ini diharapkan bisa meningkatkan daya beli masyarakat," ucap Eko Nugroho Isbandijarso.
Eko Nugroho Isbandijarso menambahkan bahwa dalam Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kota sudah memberikan subsidi disetiap bahan pokok yang dijual. Meskipun subsidi yang diberikan tidak tinggi namun berdampak lebih murah dari yang dijual dipertokoan maupun pasar.
"Dari beras itu kita subsidi Rp1200, telur Rp2000, sayur mayur Rp2000 per-kilo dan minyak Rp500. Harapannya bisa menstabilkan harga sehingga lebih murah dan menahan inflasi serta mempermudah masyarakat mengakses pangan yang lebih murah dengan kualitas yang baik," ucapnya menambahkan. (JK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....