Wayang Buddha Lakon Gandawyuha: Angkat Moderasi Beragama dari Relief Candi Borobudur
- 05 Nov 2024 22:37 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Tim peneliti dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta berhasil mempersembahkan pertunjukan Wayang Buddha dengan lakon Gandawyuha, yang menjadi sorotan utama dalam perhelatan Hari Wayang Dunia X di Gedung Teater Besar, 2 November 2024. Acara ini disaksikan oleh penonton dari berbagai negara, memperlihatkan bagaimana seni tradisional dapat mengedepankan pesan-pesan penting tentang moderasi beragama di Indonesia.
Sunardi, Ketua Tim Peneliti, mengungkapkan bahwa pertunjukan ini merupakan hasil dari Penelitian Terapan DRTPM tahun 2024 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Penelitian yang bertajuk Kreasi Seni Pertunjukan Wayang Buddha Lakon Gandawyuha sebagai Pendukung Objek Wisata Candi Borobudur dan Penguatan Moderasi Beragama dilakukan bersama peneliti Jaka Rianto dan Katarina Indah Sulastuti, menggandeng Persatuan Pedalangan Indonesia Kota Surakarta yang dipimpin Prof. Sarwanto.
“Lakon Gandawyuha mengajarkan harmoni dalam keragaman, sesuai dengan semangat Bhineka Tunggal Ika. Wayang ini menafsirkan relief Candi Borobudur, mengemasnya dalam kisah penuh pesan damai dan toleransi,” kata Sunardi dalam rilis yang diterima RRI, Selasa (5/11/2024).
Pertunjukan tersebut menyampaikan nilai-nilai moderasi beragama, seperti toleransi, kedamaian, keterbukaan, kemanusiaan, dan keseimbangan. Pesan-pesan ini tidak hanya tercermin dalam dialog, tetapi juga dalam perjalanan spiritual tokoh utamanya, Sudhana.
"Wayang Gandawyuha mengandung nilai-nilai penting. Toleransi, misalnya, mengajarkan kita untuk menghormati perbedaan pandangan. Kedamaian menekankan harmoni batin, sementara keterbukaan mendorong kita memahami beragam ajaran sebagai bentuk penguatan spiritual. Semua ini relevan bagi masyarakat Indonesia yang majemuk," kata Katarina Indah Sulastuti.
Sementara itu, Jaka Rianto, sang dalang, menjelaskan bahwa lakon Gandawyuha bercerita tentang Sudhana, seorang pencari kebenaran yang bertemu berbagai guru atau kalyana-mitra seperti Manjusri, Budha Wimaladwaja, dan Pendeta Meghasri. Dalam perjalanannya, Sudhana memperoleh pelajaran berharga tentang kehidupan, hingga mencapai pencerahan.
"Sudhana adalah simbol moderasi beragama, menuntun kita menuju harmoni di tengah keberagaman,” kata Jaka.
Pertunjukan ini diharapkan dapat memperkuat moderasi beragama di Indonesia, merajut kerukunan di tengah masyarakat multikultural, dan memperkaya pariwisata berbasis budaya di Candi Borobudur. (Ril/Ase)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....