Grup Riset Material Maju UNS Bangun Energi Alternatif Biogas dari Sampah Organik
- 31 Okt 2024 19:18 WIB
- Surakarta
KBRN, Sukoharjo: Grup Riset Material Maju dari Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Pengembangan Energi Alternatif Biogas dari Sampah Organik.” Acara ini berlangsung di Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Senin (21/10), dan ditandai dengan serah terima instalasi biogas kepada warga.
Dalam rilis yang diterima RRI, Kamis (31/10/2024), pengabdian masyarakat ini dihadiri Kepala Desa Wonorejo, Yusuf Aziz Rahma, beserta perangkat desa. Dari FMIPA UNS, hadir sejumlah akademisi seperti Dr. Eng. Risa Suryana, M.Si., Dr. Eng. Kusumandari, M.Si., dan Prof. Dr. Eng. Hendri Widiyandari, M.Si., serta teknisi biogas, M. Sahid Praptomo, S.Si. Proses instalasi dimulai beberapa bulan sebelumnya melalui survei lokasi dan diskusi bersama pihak desa. Pemilihan lokasi instalasi biogas diprioritaskan di area yang luas agar suplai limbah organik dapat terus terpenuhi.
Teknologi biodigester yang digunakan dalam proyek ini dirancang untuk mengubah limbah organik, seperti sisa sayur, buah, dan sampah dapur, menjadi energi dalam bentuk biogas. Proses ini melibatkan fermentasi anaerob yang mengurai bahan organik oleh mikroorganisme tanpa oksigen.
“Biogas mulai terbentuk 4–5 hari setelah reaktor diisi dan mencapai kapasitas maksimal pada hari ke-20 hingga 25. Selama proses ini, bahan organik dipecah secara bertahap oleh mikroorganisme tertentu,” ujar teknisi biogas, M. Sahid Praptomo.
Uji coba pertama menunjukkan bahwa biogas yang dihasilkan mampu menghasilkan api biru yang stabil dan memadai untuk memasak. Keberhasilan ini memberikan harapan bagi warga dalam mengolah sampah menjadi energi yang bisa digunakan sehari-hari.
“Biogas ini mampu mendidihkan 1,5 liter air dalam waktu 10 menit,” kata Sahid.
Proyek biogas ini tidak hanya bertujuan menyediakan energi alternatif, namun juga berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Inisiatif ini mendukung SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, dengan menyediakan akses energi terbarukan bagi masyarakat. Selain itu, pengelolaan sampah organik ini mendukung SDGs 11, yaitu menciptakan kota dan komunitas yang berkelanjutan, dan SDGs 12, dengan praktik pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. Proyek ini juga berperan dalam SDGs 13, yaitu penanganan perubahan iklim, melalui pengurangan emisi gas rumah kaca dari sampah organik. (Ril/Ase)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....