Gita Pertiwi Gelar Kampanye Stop Boros Pangan

  • 02 Okt 2024 19:04 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta : Gita Pertiwi melakukan pawai stop boros pangan pada momentum Hari Kesadaran International Kehilangan dan Susut Pangan. Aksi tersebut dilakukan pada 29 September 2024 di CFD dan Pamedan Mangkunegaran Kota Surakarta. Adanya event Hari Kesadaran International Kehilangan dan Susut Pangan dari Badan Pangan Nasional (BAPANAS) menjadi peluang Gita Pertiwi untuk melakukan kampanye untuk aksi stop boros pangan.

Dengan membawa beragam poster dan media kampanye lain Gita Pertiwi menyuarakan stop boros pangan untuk mencegah penumpukan sampah di TPA. “Gita Pertiwi selamatkan pangan, Kota Solo Stop Boros Pangan.” Pawai berlangsung meriah dengan yelyel dari Gita Pertiwi yang lantang diikuti oleh pengunjung.

Malik, sebagai salah satu pengunjung mengaku dari pawai tersebut dapat menjadi ajang edukasi untuk masyarakat agar tidak boros-boros makanan.

“Pawai stop boros pangan di CFD menjadi ajang untuk mengedukasi semua kalangan masyarakat untuk bisa lebih menghargai masalah pangan. Kegiatannya sangat bermanfaat untuk semua masyarakat umum, dari mulai anak-anak hingga dewasa, dan bisa menarik simpati semua warga yang berada di sepanjang jalan,” ujar Malik, seperti dalam rilis yang diterima RRI, Rabu (02/10/2024)..

Melalui pawai ini Malik berharap dapat menjadi ispirasi bagi masyarakat akan kesadaran untuk stop boros pangan, terlebih banyak ide-ide unik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah sampah makanan.

“Kegiatan pawai di CFD bermanfaat karena dapat mengedukasi masyarakat umum terkait pemborosan makanan. Banyak ide-ide kreatif untuk menyuarakan stop boros pangan kepada masyarakat umum jadi banyak yang antusias pengunjungnya,” ujar dia.

Selain itu, dalam event Hari Kesadaran International Kehilangan dan Susut Pangan Gita Pertiwi membuka stand pangan sehat dari kelompok-kelompok pendampingan Gita Pertiwi yang ada di wilayah Solo raya, seperti produk beras sehat dari Klaten, sayuran dari Wonogiri, dan produk olahan dari kelompok di Kota Solo.

Tidak hanya dalam event tersebut tidak hanya memamerkan produk sehat, akan tetapi Gita Pertiwi juga membuka tebus murah untuk paket sayuran sehat.

“Isian paket sayur yang ditawarkan sangat beragam, karena dalam paket yang terdiri dari sayur tomat, kubis, loncang, dan wortel yang dikemas dengan anyaman bambu. Dengan beragam isian tersebut konsumen hanya memberi dengan harga Rp 5.000 rupiah. Anyaman bambu dipilih sebagai bungkus sayur untuk meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai dan menjaga sayuran agar tidak tercemar mikroplastik,” ujar Titik Eka Sasanti sebagai Direktur Program Gita Pertiwi.

Menurut dia, pada stand Gita Pertiwi juga membagikan pudding Fox kemasan yang disupport oleh Dishanpan Jawa Tengah kepada pengunjung yang datang ke event Hari Kesadaran International Kehilangan dan Susut Pangan.

“Pembagian pudding berlangsung kondusif dimana sebanyak 360 buah pudding Fox kemasan dibagikan secara gratis kepada para pengunjung yang datang. Pengunjung sangat antusias dengan kegiatan yang Gita Pertiwi lakukan pada pameran di event Kesadaran International Kehilangan dan Susut Pangan. Kegiatan tersebut merupakan aksi nyata Gita Pertiwi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi pangan secara berlebihan,” kata dia.

Lebih lanjut dikatakan, upaya mengurangi kehilangan dan pemborosan pangan tidak hanya penting untuk memastikan ketahanan pangan global, tetapi juga untuk mendukung keberlanjutan lingkungan. Membuang makanan juga berarti membuang sumber daya seperti air, tanah, tenaga kerja, dan energi yang digunakan untuk memproduksi makanan tersebut. Oleh karena itu, dalam peringatan ini Gita Pertiwi mengajak semua pihak, baik pemerintah, pelaku bisnis, maupun individu, untuk bekerja sama dalam mengurangi pemborosan pangan dan meningkatkan efisiensi rantai pasokan pangan.

Titik Eka Sasanti juga mengatakan, kabar gembira turut mengiringi Gita Pertiwi dengan mendapatkan penghargaan dari BAPANAS sebagai mitra komunitas terkonsisten dalam upaya penyelamatan pangan.

“Penghargaan tersebut didapatkan dengan upaya penyelamatan pangan berlebih melalui food sharing yang telah Gita Pertiwi lakukan di Kota Surakarta selama 5 tahun terakhir. Pada tahun 2024 ini saja sebanyak 39ribu pangan berlebih layak konsumsi berhasil terselamatkan dan telah terdistribusi kepada masyarakat rentan seperti panti, pemulung, dan masyarakat yang membutuhkan lainnya,” ujar Titik.

Direktur Program Gita Pertiwi juga mengatakan sebelum ini penghargaan dari UNISRI juga sempat didapatkan untuk kriteria mitmen dalam membangun sistem pangan, pertanian berkelanjutan dan kota cerdas pangan dan tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan juga dari BAPANAS.

“Penghargaan yang didapatkan dari BAPANAS menjadi rangkaian award untuk Gita Pertiwi yang sebelumnya pernah diterima dalam ajang Widya Karya pangan dari UNISRI, karena salah satu kriterianya komitmen dalam membangun sistem pangan, pertanian berkelanjutan dan kota cerdas pangan.” jelasnya.

Bagi Gita Pertiwi, penghargaan ini merupakan bonus dari jeripayah berbagai pihak yang selama ini berkontribusi nyata dalam upaya penyelamatan pangan Seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Solo, berbagai komunitas anak muda Soloraya, Carefood Solo, donatur pangan, hingga komunitas penerima pangan berlebih seperti pemulung dan panti-panti. (Edwi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....