Kagama Surakarta Bagikan 1.086 Sarung untuk Warga di Balai Kota

  • 17 Mar 2026 21:36 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Cabang Surakarta kembali menggelar aksi sosial tahunan bertajuk "Berbagi Sarung untuk Sahabat" di depan Balai Kota Surakarta, Selasa, 17 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara anggota Kagama Surakarta dengan dukungan dari pengurus daerah Jawa Tengah serta pusat.

Tahun ini, jumlah sarung yang didistribusikan melampaui target awal seribu buah, yakni mencapai 1.086 sarung yang diberikan kepada masyarakat kalangan bawah mulai dari pengemudi ojek, penarik becak, hingga petugas keamanan lingkungan. Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Kagama dalam menjaga tradisi menyambut Lebaran tersebut. Menurutnya, aksi ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan wujud nyata kepedulian sosial untuk mempererat kebersamaan antarwarga di Kota Solo.

Astrid yang mengaku telah mengikuti rutin kegiatan ini sejak lima tahun terakhir menilai bahwa kehadiran alumni perguruan tinggi di tengah masyarakat memberikan dampak positif yang sangat dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan.

"Kegiatan berbagi sarung ini sangat penting dalam rangka menjaga kebersamaan dan meningkatkan nilai-nilai kepedulian untuk sesama di sekitar kita, khususnya bagi mereka yang menjaga kebersihan dan keamanan kota," ujar Astrid Widayani saat ditemui rri.co.id di Baikota, Selasa, 17 Maret 2026.

Ketua Panitia, Redi Nurmiati, menjelaskan sarung dipilih karena merupakan barang yang sangat terjangkau namun memiliki manfaat jangka panjang bagi penerimanya. Aksi ini bersifat inklusif, di mana pembagian tidak hanya menyasar warga muslim untuk keperluan ibadah salat, tetapi juga warga non-muslim untuk kebutuhan sehari-hari. Dana bantuan tersebut dihimpun secara kolektif dari iuran para anggota dalam bentuk dana tunai maupun transfer yang kemudian diwujudkan dalam bentuk kain sarung berkualitas.

Agar bantuan tersebut tepat guna, panitia menerapkan kebijakan unik dengan membubuhi logo khusus pada setiap kain sarung yang dibagikan. Langkah ini diambil untuk mencegah adanya oknum yang mencoba memperjualbelikan kembali sarung bantuan tersebut di pasar gelap. Meskipun logo tersebut bersifat sementara dan akan hilang setelah beberapa kali pencucian, diharapkan hal ini menjadi peringatan awal agar bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau keluarga para penerima.

"Kami memutuskan setiap sarung diberikan logo agar tidak diperjualbelikan, tujuannya sederhana agar sarung dari kami bisa dimanfaatkan dan digunakan sendiri oleh warga," terang Redi Nurmiati saat menjelaskan teknis pembagian bantuan.

Selain aksi berbagi sarung, Kagama Surakarta diketahui memiliki berbagai program rutin lainnya yang bergerak di bidang seni dan budaya, seperti Ketoprak Kagama dan Peksan Kagama. Sinergi antara aksi sosial dan pelestarian budaya ini diharapkan dapat terus berlanjut guna memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial di Surakarta.

Melalui kegiatan ini, Kagama ingin membuktikan bahwa semangat pengabdian alumni tidak akan pernah luntur meskipun para anggotanya telah berkarier di berbagai bidang profesional yang berbeda. (Dania)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....